PARIMO, theopini.id — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas kembali digencarkan BPBD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Melalui program sosialisasi dan simulasi kebencanaan, BPBD Parimo fokus menyasar kelompok rentan dan pelajar SD di Desa Torue, Kecamatan Torue sebagai upaya membangun kemandirian warga menghadapi ancaman gempa dan tsunami.
Baca Juga: Deputi HAM Soroti Ketimpangan Layanan Publik bagi Kelompok Rentan
“Kegiatan ini kami fokuskan untuk memberikan kemampuan dasar penyelamatan diri, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak yang sering menjadi pihak paling terdampak saat bencana,” ujar Plt. Kepala BPBD Parimo, Rivai di Parigi, Kamis, 20 November 2024.
Ia mengatakan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai ancaman bencana di wilayah Torue, fungsi BPBD Parimo dalam penanggulangan bencana, serta tahapan kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Materi disampaikan dengan metode sederhana, agar mudah dipahami oleh anak-anak dan warga lanjut usia.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parimo, Arifin Lamalindu, juga turut memberikan penguatan tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mitigasi.
“Budaya sadar bencana harus dimulai dari rumah dan sekolah. Masyarakat adalah aktor pertama ketika bencana terjadi,” tegasnya.
Sesuai amanat Permendikbud No. 33/2019 tentang sekolah aman bencana, BPBD turut menggelar simulasi evakuasi bagi guru dan siswa SD Negeri Torue.
Peserta dilatih melakukan gerakan penyelamatan diri, mengikuti instruksi dengan tertib, menggunakan jalur aman, hingga praktik evakuasi menuju titik kumpul.
Baca Juga: Bantuan Atensi Kemensos Perluas Dukungan bagi Kelompok Rentan di Parigi Selatan
Simulasi berlangsung antusias dan menjadi pengalaman pertama bagi sejumlah siswa. Melalui metode praktik langsung, BPBD Parimo berharap warga, khususnya kelompok rentan, semakin siap mengambil tindakan cepat ketika gempa atau tsunami terjadi.
BPBD Parimo menegaskan akan terus memperluas edukasi kebencanaan ke wilayah rawan lain demi membangun masyarakat yang tanggap dan mandiri dalam menghadapi bencana.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar