the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Pertarungan Visi di WALHI Sulteng: Sunardi vs Wiwin Tawarkan Arah Baru Advokasi Lingkungan

the OPINIbythe OPINI
25 November 2025
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
25 November 2025
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Pertarungan Visi di WALHI Sulteng: Sunardi vs Wiwin Tawarkan Arah Baru Advokasi Lingkungan

Sunardi Katili dan Wiwin Matindas resmi berebut kursi Direktur Eksekutif Daerah Yayasan WALHI Sulawesi Tengah. (Foto: IST)

PALU, theopini.id – Sunardi Katili dan Wiwin Matindas, resmi berebut kursi Direktur Eksekutif Daerah Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah periode 2025–2029.

Pemaparan gagasan pertama disampaikan oleh Sunardi Katili (50), petahana Direktur Eksekutif WALHI Sulawesi Tengah 2021–2025.

Aktivis lingkungan yang telah berkecimpung sejak 2006 itu, mengusung visi keadilan ekologi dan perlindungan hak asasi manusia.

Baca Juga: WALHI Sulteng Kritik Penerbitan IPR: Potensi PETI dan Ancaman Ekologi

Baca Juga

Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Dalam tiga poin misinya, Sunardi menekankan penguatan advokasi berbasis aliansi dan anggota, pembangunan ekonomi mandiri organisasi, serta pengarusutamaan isu perempuan.

Sementara itu, Wiwin Matindas (42) menawarkan visi menjadikan WALHI Sulawesi Tengah sebagai poros gerakan rakyat dan rumah gerakan yang tangguh serta kritis dalam memperjuangkan keadilan ekologis.

Aktivis perempuan yang telah bergerak sejak 2008 dalam isu keadilan gender dan ekologi ini, menitikberatkan penguatan internal-organisasi dan jejaring advokasi rakyat, mulai dari buruh, tani, nelayan, perempuan hingga masyarakat adat.

Dari sisi ekonomi organisasi, ia mendorong perluasan strategi fundraising, termasuk mengidentifikasi peluang pendanaan dan kerja sama di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Isu deforestasi, degradasi lingkungan akibat pertambangan, perkebunan sawit, dan energi, serta persoalan masyarakat adat, sengketa agraria, dan isu perempuan menjadi irisan agenda yang sama dari kedua kandidat.

Dalam Pemilihan Direktur Eksekutif Daerah WALHI ke-IX tahun ini, sejumlah organisasi jejaring menyampaikan pendapat mengenai kriteria pemimpin WALHI Sulawesi Tengah ke depan.

Fitri S. Pairunan, Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Palu, menilai WALHI Sulawesi Tengah harus dipimpin sosok yang mumpuni dalam advokasi lingkungan dan berpihak pada kelompok marginal, terutama perempuan.

Dari Yayasan KOMIU, Gifvent Lasimpo menekankan pentingnya advokasi berbasis fakta dan data.

Richard dari Yayasan Tanah Merah (YTM) menambahkan, calon pemimpin WALHI Sulteng mesti memiliki analisis kritis terhadap akar persoalan lingkungan di Sulawesi Tengah, tidak hanya menolak industri, tetapi mampu membangun narasi advokasi bersama serta menawarkan alternatif politik dan ekonomi berbasis kerakyatan.

Direktur Yayasan Merah Putih (YMP), Amran Tambaru, menyoroti enam kriteria penting: rekam jejak teruji, pengalaman pengorganisasian rakyat, kapasitas manajerial, pemahaman isu demokrasi-HAM-lingkungan, relasi dengan organisasi rakyat, serta jejaring nasional dan internasional. Ia juga menambahkan perlunya hubungan yang baik dengan jurnalis.

Sedikit berbeda dari yang lain, Taufik selaku Koordinator JATAM Sulteng hanya menyebut satu kriteria: “Demokratis siap memimpin dan siap dipimpin.”

Baca Juga: WALHI Sulteng Kritik Bank Tanah: Abaikan Hak Adat dan Mandat Reforma Agraria

Pemaparan visi-misi kedua kandidat berlangsung sekitar 50 menit di kantor WALHI Sulteng pada Kamis, 20 November 2025. Gawean empat tahunan dengan tema besar “Memperkuat Kedaulatan Rakyat atas Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dari Dampak Industri Ekstraktif di Sulawesi Tengah” ini, dihadiri puluhan anggota WALHI, jejaring NGO, serta Dewan Daerah WALHI.

Penentuan siapa yang akan terpilih sebagai Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulteng dijadwalkan melalui mekanisme voting anggota di Kabupaten Tojo Una-Una pada 27 November 2025.

Baca berita lainnya di Google News

Tags: #Sulteng#WALHISulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Komisi Informasi Sulteng Laporkan Hasil Monev PPID 2025 kepada Wagub Reny

Next Post

Menuju Kota Bersih, Palu Masuk Enam Besar Penilaian Nasional Pengelolaan Sampah

the OPINI

the OPINI

Related Posts

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

16 Juli 2026
Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

15 Juli 2026
Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

15 Juli 2026
Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

15 Juli 2026
Pemda Parimo Bentuk Tim Pora, Perketat Pengawasan Investor Asing

Pemda Parimo Bentuk Tim Pora, Perketat Pengawasan Investor Asing

15 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 198 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

16 Juli 2026
Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

16 Juli 2026
DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

16 Juli 2026
Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

15 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

15 Juli 2026
Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

13 Juli 2026
Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

14 Juli 2026
Dinkes Parimo Pastikan Temuan BPK Pengadaan Obat Tak Timbulkan Kerugian Daerah

Dinkes Parimo Pastikan Temuan BPK Pengadaan Obat Tak Timbulkan Kerugian Daerah

13 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In