ASN Diingatkan Sumpah Jabatan, Integritas Jadi Garis Merah

PALU, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid menegaskan, kembali bahwa sumpah dan janji Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar dalam menjalankan amanah negara.

“Sumpah jabatan itu bukan formalitas. Itu garis merah integritas kalian sebagai ASN. Siapa yang tidak menepatinya, hidupnya tidak akan berkah,” tegas Gubernur Anwar Hafid, saat memimpin pengambilan sumpah dan janji ASN Pemprov Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo, Kamis, 4 Desember 2025.

Baca Juga: Wabup Parimo Tekankan Integritas ASN Muda pada Penutupan Latsar CPNS 2024

Ia pun menekankan, posisi ASN adalah amanah besar yang harus dijalani dengan rasa syukur dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan para pegawai bahwa kedudukan tersebut tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin, kesabaran, dan perjuangan.

“Banyak orang di luar sana ingin berada di posisi kalian. Syukuri amanah ini, jalani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar membagikan kisah perjalanan kariernya yang dimulai dari pangkat IIA pada tahun 1989.

Saat itu, ia menjalani pekerjaan dasar seperti mengetik surat, membuat amplop, mengantar dokumen, hingga keliling kantor menyampaikan surat ke berbagai instansi. Semua proses tersebut, katanya, membentuk karakter kerja yang tidak memilih-milih tugas.

“Saya pernah jadi tukang ketik, pembuat amplop, pengantar surat. Semua saya jalani tanpa merasa rendah. Justru itu yang menguatkan saya,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan tantangan gaya hidup yang kerap menghadang ASN, ketika mulai menduduki jabatan. Saat menjadi camat, meski fasilitas tersedia, ia dan istrinya sepakat untuk tidak menghambur-hamburkan penghasilan demi prestise.

“Godaannya besar. Tapi saya dan istri sepakat, jangan memaksakan kemampuan. Rumah dulu yang harus dipikirkan,” katanya.

Gubernur Anwar Hafid kemudian menceritakan keberaniannya maju sebagai calon bupati dengan modal terbatas, hanya berbekal SK pegawai negeri. Jika kalah, ia mengaku siap menanggung konsekuensinya.

“Kalau tidak terpilih, rumah saya bisa hilang. Tapi saya tidak mau menggadaikan sumpah dan janji ASN demi mengejar ambisi pribadi,” tekannya.

Ia juga menegaskan, sumpah yang diucapkan ribuan ASN hari itu bukan sekadar ritual, melainkan kompas moral sepanjang karier. Menurutnya, ASN yang memegang teguh integritas akan merasakan keberkahan dan kemudahan dalam perjalanan hidupnya.

Baca Juga: ASN Sulteng Didorong Perkuat Solidaritas Nasional pada Apel HUT ke-54 Korpri

“ASN harus menjadi barisan yang siap diatur, siap bekerja, siap menjaga amanah negara. Itu integritas yang sebenarnya,” kata dia.

Gubernur Anwar Hafid meminta seluruh ASN menjaga disiplin dan menjadikan sumpah jabatan, sebagai pegangan utama dalam menjalankan tugas pengabdian.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar