PARIMO, theopini.id — Candra Setiawan, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah di tengah meningkatnya ancaman kerusakan laut, dan praktik illegal fishing di wilayah pesisir.
Candra yang juga Anggota DPRD Parimo ini, ditetapkan sebagai ketua setelah memperoleh dukungan dari sejumlah nelayan dalam musyawarah pemilihan yang digelar di Auditorium Kantor Bupati, Senin, 15 Desember 2025.
Baca Juga: Polairud Polres Parimo Dorong Nelayan Jaga Ekosistem Laut, Waspada Illegal Fishing
Dukungan tersebut, mencerminkan harapan nelayan terhadap kepemimpinan yang mampu melindungi ruang hidup mereka di laut.
Dalam visi dan misinya, Candra menegaskan HNSI Parimo akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.
“Sinergi ini, penting untuk menerjemahkan program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah, BERANI Tangkap Banyak, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendukung visi pembangunan Bupati Parimo melalui gerakan membangun dari desa,” ujarnya.
Ia menilai, tekanan terhadap ekosistem laut semakin meningkat akibat praktik penangkapan ikan ilegal, penggunaan alat tangkap merusak, serta lemahnya pengawasan di sejumlah wilayah perairan Parimo.
Karena itu, perlindungan laut menjadi agenda utama HNSI ke depan, terutama untuk memastikan nelayan kecil tidak kalah oleh aktivitas penangkapan illegal yang merusak lingkungan.
“Illegal fishing bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem laut dan masa depan nelayan. Jika laut rusak, nelayanlah yang pertama merasakan dampaknya,” tegas Candra.
Menurutnya, laut yang terjaga akan menjamin ketersediaan ikan dalam jangka panjang, mengurangi risiko konflik di laut, serta menciptakan rasa aman bagi nelayan saat melaut.
Selain penguatan pengawasan laut, ia juga mendorong keterlibatan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan nelayan, mulai dari sarana dan prasarana ramah lingkungan, akses permodalan, hingga kebijakan yang berpihak pada nelayan tradisional.
Baca Juga: Pengawasan Laut Diperketat, Pemda Parimo Ingatkan Dampak Fatal Illegal Fishing
“HNSI akan berdiri di garis depan bersama nelayan untuk menjaga laut Kabupaten Parimo. Melindungi laut berarti menjaga sumber penghidupan, memperkuat ekonomi daerah, dan memastikan generasi mendatang masih bisa menggantungkan hidup dari laut,” katanya.
Pasca terpilih, Candra bersama tim formatur akan segera menyusun struktur kepengurusan DPC HNSI Parimo. Pelantikan dan pengukuhan pengurus, direncanakan sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dalam menjalankan agenda perlindungan laut dan pemberdayaan nelayan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar