BUOL, theopini.id – Nelayan tradisional Buol, Sulawesi Tengah menyelamatkan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang terombang-ambing di perairan Indonesia selama hampir dua pekan.
“Kami menemukan perahu mereka sekitar pukul 08.00 WITA, kondisinya sudah rusak dan penumpangnya kelelahan,” ujar salah seorang nelayan Buol, Moh Rusman, yang terlibat langsung dalam proses penyelamatan, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca Juga: Kemenkumham Sulteng Bahas Isu Tenaga Kerja Asing di FGD
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama sejumlah nelayan lain sedang melaut di sekitar 72 mil dari Kelurahan Buol.
Melihat kondisi para penumpang yang membutuhkan pertolongan segera, para nelayan memindahkan seluruh WNA ke kapal nelayan dan menarik perahu mereka menuju daratan.
“Yang terpenting saat itu menyelamatkan orang dulu. Kami tidak berpikir panjang karena mereka sudah berhari-hari di laut,” katanya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, rombongan nelayan tiba di Dermaga Poyapi sekitar pukul 18.00 WITA.
Seluruh WNA, kemudian ditampung sementara di rumah warga sekitar dermaga sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Jumlah WNA yang diselamatkan sebanyak 15 orang, terdiri dari satu laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, enam anak perempuan, dan dua anak laki-laki,” ungkap Kasi Humas Polres Buol, IPTU Ridwan, Jum’at, 23 Januari 2026.
Berdasarkan keterangan para WNA, mereka merupakan warga Filipina yang sebelumnya bekerja di wilayah Sabah, Malaysia, dan hendak kembali ke Filipina. Namun, perahu yang mereka tumpangi rusak akibat dihantam ombak besar.
“Mereka mengaku sudah mengapung di laut selama sekitar 13 hari sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan Buol,” jelas Ridwan.
Ridwan menambahkan, setelah menerima laporan dari warga, jajaran Polres Buol segera berkoordinasi dengan TNI AL, BPBD, serta pemerintah daerah untuk penanganan lanjutan.
“Seluruh WNA dievakuasi ke RS Mokoyurli Buol untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan perawatan medis,” katanya.
Baca Juga: Jelang Pilkada, Pengawasan Orang Asing di Sulteng Diperketat
Peristiwa ini, menjadi gambaran kuat solidaritas kemanusiaan nelayan tradisional di wilayah pesisir, sekaligus menunjukkan peran warga lokal sebagai garda terdepan dalam penyelamatan nyawa di laut perbatasan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar