BANGGAI, theopini.id – Kapal motor KM Sumber Raya 03 rute Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara menuju ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dilaporkan karam saat bersandar di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Sabtu, 31 Januari 2026.
Insiden tersebut, diduga kuat dipicu oleh muatan kapal yang tidak seimbang, sehingga menyebabkan kapal kehilangan stabilitas saat kondisi air laut berubah.
Baca Juga: 8 ABK KM Bonanza 02 Memilih Bertahan di Kapal yang Mati Mesin, Tim SAR Evakuasi 12 Orang
“Begitu menerima laporan, personel Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk bersama Syahbandar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan,” ujar Kasubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk, IPDA James Runtu, SH, dalam keterangan resminya, Minggu, 1 Februari 2026.
Kapal diketahui tiba di Pelabuhan Luwuk pada Jum’at, 30 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA dan sempat melakukan aktivitas bongkar muat.
Namun, proses bongkar muat hanya dilakukan di bagian depan kapal, sementara muatan di bagian buritan belum dipindahkan.
Pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026 sekitar pukul 05.45 WITA, air laut berada pada titik surut terendah sekitar tiga meter sehingga kapal kandas. Ketika air kembali pasang, air laut masuk melalui bagian buritan kapal yang menanggung beban berat, menyebabkan kapal miring dan akhirnya karam.
“Muatan yang terkonsentrasi di bagian belakang membuat kapal tidak stabil. Saat air pasang, air masuk melalui buritan dan kapal pun tenggelam,” jelas IPDA James.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Syahbandar, serta buruh pelabuhan bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi muatan kapal.
“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp100 juta,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para pelaku usaha dan pengguna jasa pelayaran untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya dalam pengaturan muatan dan stabilitas kapal saat sandar.
Baca Juga: Mati Mesin di Perairan Luwuk, Empat Awak KM Naga Sejahtera Berhasil Dievakuasi
“Kami mengingatkan agar seluruh pihak mematuhi aturan pelayaran dan menjaga keseimbangan muatan demi mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Hingga saat ini, proses evakuasi barang muatan berupa kopra dan arang masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga dan buruh pelabuhan untuk meminimalkan kerugian.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar