Wagub Reny: Akurasi Laboratorium Penentu Kualitas Diagnosis Medis

PALU, theopini.id Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido menegaskan, akurasi pemeriksaan laboratorium merupakan faktor penentu dalam kualitas diagnosis medis dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

“Akurasi laboratorium sangat menentukan kualitas diagnosis medis. Dari hasil laboratorium yang akurat, dokter dapat mengambil keputusan yang tepat bagi keselamatan pasien,” ujar dr. Reny A. Lamadjido, saat melantik Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLin) Cabang Palu Periode 2025–2028 di Kota Palu, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: Dorong Mutu Layanan Kesehatan, Wagub Sulteng Soroti Minimnya Dokter Patologi Klinik

Ia mengapresiasi kontribusi PDS PatKLin Cabang Palu, yang dinilainya konsisten menjaga mutu pelayanan laboratorium dan meningkatkan kompetensi anggotanya di Sulawesi Tengah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat menghargai peran PDS PatKLin dalam menjaga profesionalisme, etika, serta kualitas layanan laboratorium sebagai bagian penting dari sistem kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi profesi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

“Organisasi profesi harus terus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai etika dan integritas,” tegasnya.

Menurut Wagub Reny, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: RSUD Undata Palu Gelar Workshop Koding dan Optimalisasi Klaim JKN

“Jadikan PDS PatKLin sebagai rumah besar para profesional yang solid, inovatif, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan simposium bertajuk “Bridging the Gap: Integrating Laboratory Evidence into Daily Hematologic and Transfusion Decision”. Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah turut menjadi narasumber dengan membawakan materi mengenai Etika Kedokteran.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar