Uji Coba Full Day School di Parimo Fokus Evaluasi dan Dukungan Orang Tua

PARIMO, theopini.idDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menegaskan penerapan uji coba sekolah full day pada jenjang SD dan SMP masih bersifat terbatas dan terus dievaluasi, dengan keterlibatan orang tua sebagai salah satu indikator utama keberhasilannya.

“Uji coba ini kami awasi ketat. Setiap pekan sekolah dan pengawas wajib melakukan evaluasi dan melaporkan jika ada kendala,” ujar Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parimo, Ibrahim, di Parigi, Senin, 2 Januari 2026.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Uji Coba Full Day School, Fokus Kesiapan Sekolah dan Guru

Ia menyampaikan, hingga memasuki pekan kedua pelaksanaan di sejumlah sekolah yang tersebar di 23 kecamatan, belum ada laporan hambatan berarti yang diterima pihak dinas.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan kendala, baik dari korwil, pengawas, maupun kepala sekolah,” katanya.

Ibrahim menjelaskan, penerapan full day school tidak menambah beban jam pelajaran siswa, melainkan hanya menata ulang jadwal belajar yang sudah ada.

“Jumlah jam pelajaran tetap sama. Yang berubah hanya pengaturan waktunya, karena hari Sabtu sudah tidak ada kegiatan belajar,” jelasnya.

Ia merinci, mata pelajaran yang sebelumnya dijadwalkan pada hari Sabtu dialihkan ke sore hari dari Senin hingga Jumat. Selain itu, sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan muatan kurikulum internal sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, sepanjang tidak melanggar ketentuan jam belajar.

“Sekolah diberi ruang berinovasi, tapi tetap dalam koridor aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan uji coba full day school ini dilaksanakan selama semester genap dan hasil evaluasinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara resmi.

“Kalau hasil evaluasinya positif dan tidak menimbulkan masalah, kami akan laporkan ke Bupati. Selanjutnya akan ada edaran resmi sebagai dasar pelaksanaan,” katanya.

Ia menambahkan, respons dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam menilai keberhasilan program tersebut. Sejauh ini, dukungan orang tua dinilai cukup baik, terutama di sekolah yang telah menerima program Makanan Bergizi Gratis.

“Orang tua cukup terbantu. Mereka tidak perlu lagi mengantar bekal karena anak-anak sudah mendapat makanan di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara

Menurut Ibrahim, jam kepulangan siswa juga masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu kenyamanan belajar.

“Kadang jam dua sudah pulang. Prinsipnya jam pelajaran terpenuhi dan anak-anak tetap nyaman belajar,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar