PARIMO, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan menggelar serangkaian kegiatan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas serta kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.
Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parimo, sekaligus Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026.
“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi lebih kepada upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, di Parigi, Minggu, 5 April 2026.
Menurutnya, momentum ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah.
Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari pelatihan, edukasi kebencanaan, hingga aksi penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi lingkungan.
Kegiatan diawali pada 7–8 April 2026 dengan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar di Gedung Pusdalops BPBD Parimo.
Selanjutnya, pada 9 April 2026 akan dilakukan penanaman pohon di kawasan pesisir pantai dan sempadan sungai di Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue.
Memasuki pertengahan April, BPBD Parimo kembali menggelar pelatihan trauma healing pada 14–15 April 2026 di Gedung Pusdalops. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan dan petugas dalam memberikan dukungan psikososial bagi korban bencana.
Kemudian, pada 20–22 April 2026, akan dilaksanakan Pekan Kunjungan Edukasi Bencana di Gedung Pusdalops BPBD Parimo, yang menyasar pelajar dan masyarakat umum sebagai upaya memperluas literasi kebencanaan.
Agenda lainnya meliputi penanaman pohon di sempadan sungai pada 22 April 2026 di Desa Olaya, Kecamatan Parigi dan Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Tengah, serta sosialisasi meteorologi kemaritiman pada 24 April 2026 di Kelurahan Bantaya.
Sebagai puncak rangkaian, apel kesiapsiagaan bencana akan digelar pada 27 April 2026 di Kantor Bupati Parimo, dengan melibatkan unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat.
Rivai menegaskan, keterlibatan berbagai pihak, seperti PMI, BPBD, BMKG, serta komunitas relawan, menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.
“Dengan semangat ‘Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana’, kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Parimo,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Daerah Parimo menegaskan komitmennya untuk terus membangun daerah yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar