Paripurna LKPJ 2025 Memanas, Candra Walk Out Soroti Marwah DPRD Parimo

PARIMO, theopini.idRapat Paripurna DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dengan agenda pembahasan LKPJ 2025 berlangsung memanas, setelah Anggota Fraksi PKB, Candra Setiawan, memilih walk out sebagai bentuk protes terhadap dinamika internal lembaga.

“Marwah lembaga ini ditentukan oleh sejauh mana kita menjaga keputusan yang kita hasilkan sendiri,” tegas Candra, Selasa, 7 April 2026.

Aksi walk out tersebut disebutnya bukan reaksi spontan, melainkan sikap politik yang disampaikan secara terbuka dalam forum resmi, sekaligus menjadi kritik terhadap kondisi internal DPRD Parimo.

Candra menilai, prinsip kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan perlu dijaga secara konsisten, terutama terhadap hasil-hasil rapat paripurna yang merupakan representasi tertinggi lembaga legislatif.

BACA JUGA:  Program Pamsimas 2023 Sasar 10 Desa di Parimo

Menurutnya, keputusan paripurna seharusnya menjadi pegangan bersama seluruh anggota dewan, bukan justru dilemahkan oleh kepentingan individu atau dinamika internal yang tidak sehat.

Ia menegaskan, lemahnya komitmen dalam menjaga keputusan lembaga dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap DPRD Parimo.

“Apa yang kita putuskan bersama harus kita jaga bersama. Kalau tidak, kepercayaan publik bisa hilang,” ujarnya.

Ia juga menyebut, langkah walk out yang diambil merupakan bentuk dorongan agar dilakukan pembenahan secara menyeluruh di tubuh DPRD, termasuk memperkuat soliditas dan integritas antaranggota.

Ia berharap seluruh anggota dewan dapat kembali fokus menjaga marwah lembaga, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan tetap memiliki kekuatan dan legitimasi di mata masyarakat.

BACA JUGA:  Diduga Pengedar Sabu, Pria di Parimo Diringkus Polisi

Di sisi lain, dalam forum yang sama, Candra turut menyinggung pentingnya penghargaan terhadap tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Parimo yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ia mengusulkan agar para tokoh pemekaran didata secara resmi dan dihadirkan secara khusus dalam momentum peringatan HUT ke-24 Parimo, serta diberikan penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.

“Penghargaan ini, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk sejarah. Agar anak cucu mereka tahu bahwa ada peran besar yang pernah diperjuangkan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar