GORONTALO, theopini.id — Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail optimis daerah yang dipimpinnya tetap mampu bertahan, bahkan tumbuh di tengah tren penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak dua tahun terakhir, kita melihat bahwa membangun daerah tidak semata-mata ditentukan oleh besaran APBD,” ujar Gusnar saat membuka Forum Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Gorontalo, Selasa, 14 April 2026.
Ia memaparkan, APBD Gorontalo terus mengalami penurunan, dari Rp1,92 triliun pada 2024 menjadi Rp1,68 triliun pada 2025, dan kembali turun menjadi Rp1,53 triliun pada 2026. Bahkan, pada 2027 anggaran diproyeksikan menyusut hingga Rp1,2 triliun.
Meski demikian, Gusnar menegaskan, kondisi tersebut tidak menghambat capaian pembangunan daerah. Ia menyebut, indikator makro Gorontalo justru menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi pada 2025, tercatat meningkat menjadi 5,71 persen dibandingkan 4,18 persen pada 2024. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 13,87 persen pada 2024 menjadi 12,67 persen pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari peran kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Ternyata keberhasilan ini sebagian besar ditunjang oleh program-program yang dikucurkan pemerintah pusat ke Gorontalo. Ini harus kita jaga di 2026 untuk masuk lagi di 2027,” tegasnya.
Gusnar menambahkan, kreativitas dan kemampuan kepala daerah dalam membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Ia juga optimistis perekonomian Gorontalo akan semakin membaik pada 2027, seiring masuknya sejumlah program prioritas nasional.
Program tersebut, antara lain hilirisasi peternakan ayam, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar