PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendorong mahasiswa KKN Universitas Tadulako (Untad) Palu, untuk fokus pada penguatan ketahanan pangan dan digitalisasi desa berbasis potensi lokal di Kecamatan Kasimbar.
“Keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat bukan hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat perubahan, inovasi, dan pemberdayaan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang didapat di tengah masyarakat,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Parimo, H Abdul Sahid saat membacakan sambutan Bupati dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KKN di Kantor Camat Kasimbar, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menilai tema KKN yang mengusung “Ketahanan Pangan, Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal, serta Implementasi Eco Kampus Menuju Pembangunan Berkelanjutan” sejalan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, Pemda Parimo ingin memastikan program mahasiswa berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga penguatan digitalisasi desa.
Ia pun mengaitkan pelaksanaan KKN dengan Program Gerakan Membangun (Gerbang) Desa, sebagai upaya percepatan pembangunan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Menurut dia, Kecamatan Kasimbar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta sumber daya manusia yang produktif, sehingga kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mendorong inovasi di berbagai sektor tersebut.
Wabup Sahid berharap mahasiswa KKN dapat berkontribusi dalam peningkatan hasil pertanian, pengembangan UMKM, pemasaran digital produk lokal, serta memberikan edukasi terkait pemanfaatan teknologi informasi kepada masyarakat.
Selain itu, implementasi konsep Eco Kampus juga didorong melalui aksi nyata di lapangan, seperti gerakan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Amar menjelaskan, monitoring dan evaluasi KKN merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyebut, KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan, termasuk belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memahami norma dan budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, menjaga kedisiplinan, serta menghargai norma dan budaya lokal. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh dan siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Ia berharap, seluruh program yang telah dijalankan mahasiswa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, meskipun masa pelaksanaan KKN akan segera berakhir.
Kegiatan ini, sekaligus diharapkan memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Parimo.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar