PARIMO, theopini.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menargetkan percepatan penyelesaian akreditasi seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 2026, sebagai upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah.
“Dari 538 lembaga PAUD yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB), masih ada sekitar 30 lembaga yang belum terakreditasi,” ujar Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud Parimo, Dahniar di Parigi, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini memprioritaskan pendampingan bagi lembaga PAUD yang belum memiliki status akreditasi, terutama lembaga baru, agar dapat segera memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami menargetkan tahun ini seluruh lembaga yang belum terakreditasi bisa dituntaskan, termasuk reakreditasi bagi lembaga yang masa akreditasinya sudah habis tahun lalu,” katanya.
Dahniar menegaskan, proses akreditasi tidak dapat dilakukan secara seragam karena setiap lembaga harus memenuhi sejumlah syarat dasar terlebih dahulu.
“Di antaranya proses pembelajaran minimal sudah berjalan dua tahun, memiliki sarana dan prasarana memadai, serta tenaga pendidik dengan kualifikasi sarjana. Kalau belum siap, tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, akreditasi menjadi instrumen penting untuk mengukur mutu layanan pendidikan PAUD, sekaligus menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan anak usia dini.
“Walaupun hanya mendapat nilai C, yang penting lembaga sudah terakreditasi sehingga bisa menunjukkan kualitasnya kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Disdikbud Parimo akan menurunkan asesor yang akan melakukan penilaian langsung ke lembaga PAUD melalui Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena).
“Tahun ini kami akan menurunkan asesor untuk membantu pelaksanaan akreditasi melalui Sispena,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar