CPM dan Donggi Senoro LNG Siap Dukung Pembangunan Sulteng Lewat Skema CSR

JAKARTA, theopini.id – PT Citra Palu Mineral (CPM) dan PT Donggi Senoro LNG, menyatakan kesiapan mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Komitmen tersebut, mengemuka dalam pertemuan koordinasi kemitraan yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid bersama kedua perusahaan, Senin, 15 Juni 2026.

“Pada prinsipnya PT CPM mendukung program pembangunan Pemprov Sulawesi Tengah,” ujar perwakilan manajemen PT CPM, Yan Adriyansyah.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Anwar Hafid menawarkan sejumlah program pembangunan yang dapat didukung melalui pembiayaan CSR perusahaan.

Ia menawarkan kepada PT CPM pembangunan beberapa venue di kawasan Hutan Kota yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Pornas KORMI) 2027.

Sementara kepada PT Donggi Senoro LNG, pemerintah provinsi menawarkan dukungan pembangunan rekonstruksi ruas jalan Dataran Bulan–SP Moilong di wilayah Toili, Kabupaten Banggai, serta ruas Jalan Kepala Burung di Kecamatan Balantak.

Menurut Anwar Hafid, keterlibatan dunia usaha sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Yan Adriyansyah menyatakan dukungan perusahaan terhadap pembangunan daerah bukan semata karena adanya permintaan pemerintah, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan.

Ia menjelaskan, besaran dukungan yang akan diberikan masih akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran manajemen perusahaan. Skema pelaksanaannya juga dimungkinkan dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan dan perencanaan perusahaan.

Senada dengan itu, perwakilan PT Donggi Senoro LNG, Thian Annisa, menyatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan.

“Pada dasarnya PT Donggi Senoro LNG mendukung program pembangunan Pemprov Sulawesi Tengah dengan pola kemitraan bersama-sama membangun Sulteng. Hanya saja saya akan membicarakannya dengan top management,” ujarnya.

Menanggapi respons positif dari kedua perusahaan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak menerima bantuan CSR dalam bentuk uang tunai.

Seluruh dukungan akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik yang kemudian dihibahkan menjadi aset pemerintah daerah.

“Jadi kami tidak menerima hibah dalam bentuk uang tunai, tetapi hibah aset berupa hasil pekerjaan pembangunan, baik jalan, jembatan maupun gedung yang dibiayai melalui CSR perusahaan,” tegas Anwar.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) maupun surat perjanjian kerja sama sebagai dasar pelaksanaan program pembangunan yang melibatkan perusahaan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Faidul Keteng, Kepala Dinas ESDM Arfan, Kabid Minerba Sultanisa, serta Kepala Biro Hukum Adiman.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar