SIGI, theopini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun 50 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Rabu, 24 Juni 2026.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang bergerak sangat cepat. Dalam waktu delapan hari setelah kejadian, pembangunan hunian sementara sudah dapat dimulai untuk masyarakat yang terdampak,” ujar Reny Lamadjido.
Pembangunan huntara tersebut, merupakan langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama BNPB dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sebanyak 50 unit huntara akan dibangun pada tahap awal. Berdasarkan data sementara, terdapat 21 rumah terdampak di Kamarora A dan 29 rumah di Kamarora B, sehingga total penerima bantuan hunian sementara tahap pertama mencapai 50 kepala keluarga.
Wagub Reny menegaskan, pentingnya proses pendataan yang akurat agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Pendataan harus benar-benar valid dan sesuai fakta. Dengan data yang akurat, bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, percepatan pembangunan huntara menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Ia berharap, seluruh unit hunian sementara tersebut dapat segera selesai dan ditempati warga dalam waktu dekat.
“Kita berharap dalam waktu sekitar satu minggu masyarakat sudah bisa menempati Huntara yang dibangun. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Huntara yang dibangun dilengkapi fasilitas dasar yang memadai, termasuk sarana sanitasi dan konstruksi yang telah disesuaikan dengan karakteristik wilayah rawan gempa. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga selama masa pemulihan pascabencana.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pemerintah desa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar