MAKASSAR, theopini.id – Dinas Perpustakaan Kota Makassar mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendata, merawat, dan melestarikan naskah kuno sebagai warisan sejarah dan budaya.
Upaya tersebut, dilakukan melalui kegiatan Diseminasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat maupun komunitas memahami pentingnya menjaga dan merawat naskah kuno dengan baik, termasuk melakukan pendataan dan digitalisasi agar pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dapat diketahui oleh generasi mendatang,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, Selasa, 29 Juli 2026.
Ia mengatakan, naskah kuno memiliki nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang perlu dijaga keberadaannya.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar dokumen-dokumen bersejarah tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala Bidang Koleksi dan Pengembangan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Husni Mubarak menjelaskan, kegiatan diseminasi ini merupakan inovasi yang pertama kali dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Menurutnya, sasaran pendataan adalah naskah yang telah berusia lebih dari 50 tahun dan ditulis tangan.
Selain didata, pemilik naskah juga akan didorong untuk menerapkan penyimpanan dan perawatan yang tepat serta melakukan digitalisasi agar isi naskah tetap dapat diakses oleh generasi berikutnya.
“Kita bukan meminta naskahnya. Kita ingin memberikan pemahaman bagaimana naskah itu dijaga dan dirawat. Dengan digitalisasi, isi dan cerita di dalam naskah tersebut juga dapat terus diketahui oleh generasi setelah kita,” jelas Husni.
Ia mengakui, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat yang enggan melaporkan keberadaan naskah kuno karena khawatir naskah tersebut akan diambil oleh pemerintah.
Padahal, pendataan dilakukan semata-mata untuk mendukung pelestarian dan pendokumentasian warisan budaya.
Untuk memperkuat program tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar akan menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam proses pendataan, identifikasi, pengkajian, hingga penerjemahan naskah kuno.
Melalui kolaborasi tersebut, nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik, sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin
















