PARIMO, theopini.id – Sebanyak 54 penyandang disabilitas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menerima Bantuan Sosial Pangan Daerah (PANADA) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah selama 10 bulan.
“Selaku pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi yang telah mengalokasikan bantuan kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Parimo,” ucap Bupati Parimo, H Erwin Burase, saat penyerahan bantuan di ruang kerjanya, Kamis, 17 September 2026.
Bantuan tersebut, bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah 2026 dan diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan kepada setiap penerima selama 10 bulan, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing penyandang disabilitas mencapai Rp2 juta.
Bupati Erwin mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, khususnya pangan, para penyandang disabilitas.
Ia berharap bantuan itu dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dan dapat meringankan beban penerima maupun keluarganya.
“Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk kebutuhan pangan, jangan digunakan untuk yang lain,” tukasnya.
Ke-54 penerima bantuan di Parimo telah melalui proses verifikasi yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Tengah.
Erwin juga memastikan Pemda Parimo akan kembali mengusulkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah agar kuota penerima PANADA di Parimo dapat ditambah.
Menurutnya, PANADA merupakan bagian dari program BERANI Sejahtera yang juga sejalan dengan program unggulan Pemda Parimo, yakni Sejahtera Bersama.
“Semoga program bantuan ini dapat meringankan beban para penyandang disabilitas dan keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPT Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinsos Sulawesi Tengah, Bahria Ridwan, mengatakan PANADA merupakan bentuk dukungan terhadap program Gubernur Sulawesi Tengah, BERANI Sejahtera.
Ia menjelaskan, penerima PANADA merupakan penyandang disabilitas binaan Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinsos Sulawesi Tengah, baik yang tinggal bersama keluarga maupun yang terlantar.
Secara keseluruhan, kata dia, program tersebut mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar untuk 669 penyandang disabilitas di 11 kabupaten, di luar Kabupaten Morowali dan Kota Palu.
“Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp200 ribu selama 10 bulan, dengan total Rp2 juta,” jelasnya.
Bantuan disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp800 ribu untuk masing-masing penerima, sedangkan tahap kedua sebesar Rp1,2 juta akan disalurkan pada November 2026.
Bahria menegaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan dasar. Meski tidak seluruh kebutuhan penerima dapat terpenuhi, tapi setidaknya dapat digunakan untuk membeli beras, minyak goreng dan telur.
“Pesan Gubernur, jangan digunakan untuk pembelian kebutuhan yang lain,” tegasnya.
Ia berharap, penyaluran bantuan melalui Bank Sulteng dapat berjalan lancar tanpa kendala, sehingga dapat segera dimanfaatkan para penyandang disabilitas.
Penyerahan bantuan turut didampingi Ketua TP-PKK Parimo, Hj Hestiwati Nanga, yang juga selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sulawesi Tengah.
Kegiatan itu, juga dihadiri Plt Kepala Dinsos Parimo Idham Karadja, Sekretaris Dinsos Syafaat Pampi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Parimo Yani Rachman serta pihak Bank Sulteng Parigi.
Baca berita lainnya di Google News
















