PARIMO, theopini.id — Kebiasaan hidup sehat pada siswa dinilai tidak cukup dibangun melalui edukasi kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan lingkungan sekolah dan keteladanan guru.
Hal itu, menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan Aksi Bergizi di SMK Pariwisata Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Jum’at, 2 Oktober 2026.
“Kalau siswa sudah punya niat untuk hidup sehat, kemudian guru juga memberikan contoh dan sekolah ikut mendukung, maka ini akan menjadi budaya. Tidak perlu menunggu sesuatu yang besar. Mulai saja dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” kata Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo, Ryan Mohede.
Menurutnnya, usia sekolah menjadi masa penting untuk membentuk perilaku yang dapat dibawa hingga lingkungan di luar sekolah.
Karena itu, kebiasaan yang dibangun di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya berlangsung ketika ada kegiatan kesehatan.
“Anak-anak jangan hanya sehat pada saat ada kegiatan seperti ini. Yang kita mau adalah setelah kegiatan selesai, kebiasaan baiknya tetap jalan. Senamnya tetap dilakukan, pola makannya diperhatikan, kesehatan dijaga, dan TTD diminum sesuai anjuran,” ujarnya.
Dalam kegiatan Aksi Bergizi tersebut, siswa dan guru mengikuti senam bersama, kemudian mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Para siswa juga mengikuti kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan anemia pada remaja.
Keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut, menjadi bagian penting karena kebiasaan yang ingin dibangun tidak hanya ditujukan kepada siswa. Lingkungan sekolah juga diharapkan ikut mendukung penerapan perilaku hidup sehat dalam keseharian.
Ryan mengatakan, pembentukan kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa ketika mereka melanjutkan aktivitas di lingkungan keluarga, pergaulan maupun ketika memasuki dunia kerja.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar pelajaran, tetapi juga tempat membentuk kebiasaan. Kalau dari sekolah sudah dibiasakan hidup sehat, harapannya kebiasaan itu dibawa ke rumah, ke lingkungan pergaulan, bahkan sampai mereka nanti masuk ke dunia kerja,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu, siswa dan guru juga menyampaikan komitmen untuk bersama-sama menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dinkes Parimo berharap, keterlibatan seluruh warga sekolah dapat membuat pesan kesehatan lebih mudah diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat kegiatan Aksi Bergizi berlangsung.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi














