PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar review kinerja percepatan penurunan Stunting 2022, Senin 19 Desember 2022.
“Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang sedang dihadapi Indonesia,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Parimo, H Badrun Nggai, saat menyampaikan sambutannya.
Baca Juga : 2023, Sulteng Tergetkan Turunkan Stunting Hingga 17 Persen
Menurutnya, berdasarkan global nutrition report 2018, sekitar 159,8 juta atau 22,2 persen balita di dunia mengalami Stunting.
Indonesia, kata dia, merupakan negara kelima dengan jumlah balita tertinggi mengalami Stunting, dan 30,8 persen adalah anak-anak.
“Fenomena tersebut dapat menjadi sinyal kuat, bahwa ada masalah dalam manajemen penyelenggaraan pelayanan dasar,” tukasnya.
Sehingga, pelayanan yang dibutuhkan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi Stunting belum tersedia pada skala, dan kualitas memadai serta tidak sampai secara lengkap pada kelompok sasaran prioritas.
Seperti, ibu hamil dan anak-anak usia di bawah dua tahun, atau biasa disebut 1000 hari pertama kehidupan.
“Olehnya, untuk menata kembali penyelenggaraan pelayanan dasar, khususnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, air minum dan sanitasi, pendidikan anak usia dini, dan perlindungan sosial, agar lebih terpadu dan tepat sasaran,” ujarnya
Dia mengatakan, review kinerja percepatan Stunting adalah penilaian yang dilakukan pemerintah kabupaten terhadap kinerja pelaksana program, dan kegiatan pencegahan penurunan Stunting selama satu tahun terakhir.
Baca Juga : Pemda Parimo Apresiasi Kinerja BKKBN Sulteng dalam Penanganan Stunting
Review dilakukan untuk, membandingkan antara rencana dan realisasi capain output (target kinerja), capaian outcome, penyerapan anggaran dan kerangka waktu penyelesaian.
“Saya berharap kegiatan ini, langkah kita bersama untuk meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pelayanan dasar, guna masa depan gemilang anak-anak Indonesia,” pungkasnya.














