RSIA Defina Buka Layanan Inseminasi Buatan

PARIMO, theopini.id Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Defina, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, membuka layanan inseminasi buatan, untuk mendampingi pasangan suami istri mendapatkan buah hati.

“Dibukanya layanan inseminasi buatan ini, bekerjasama dengan Morula IVF Jakarta. Kami diberikan peralatan,” ungkap Ketua Medik RSIA Defina, dr Abdul Karim, Sp.OG, di Parigi, Senin, 6 Februari 2023.

Baca Juga : RSIA Defina Dinilai Layak Jadi Rumah Sakit Rujukan

Menurutnya, alasan bantuan tersebut diberikan, karena Morula IVF Jakarta berkeinginan RSIA Defina sebagai saringan.

Apabila, pasangan suami istri tidak memenuhi persyaratan medis menjalani inseminasi buatan, maka akan dirujuk ke cabang Morula IVF di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk proses bayi tabung.

“Proses inseminasi, adalah memasukan sperma yang telah dicuci ke dalam rahim. Pasangan suami istri yang menjalani ini, harus melalui serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu,” jelasnya.

Adanya layanan inseminasi buatan, diyakininya akan membantu untuk mendapatkan buah hati. Apalagi, permasalahan kesuburan sering ditemukan pada pasangan suami istri di Kabupaten Parimo.

Sehingga, pihaknya telah melengkapi layanan inseminasi dengan tenaga ahli yang telah menjalani berbagai pelatihan di Jakarta dan dokter spesialis.

Hanya saja, kata dia, inseminasi buatan ini tidak masuk dalam pembiayaan BPJS program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sehingga, pasangan suami istri harus menyiapkan dana kurang lebih Rp 12 juta, untuk mendapatkan pendampingan RSIA Defina.

“Makanya, rangkaian pemeriksaan harus dilakukan, untuk memastikan inseminasi buatan ini bisa dilakukan terhadap pasangan suami istri,” jelasnya.

Dia memaparkan, rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, yakni pemeriksaan saluran telur wanita, dan pemeriksaan sperma pria.

Baca Juga : Tingkatkan PAD, RSUD Anutaloko Parigi Gandeng Pengelola Parkir

Pada sperma pun, terdapat beberapa persyaratan, antara lain jumlahnya tidak boleh di bawah 10 juta, dan gerakan yang mencapai 20 persen.  

“Kalau saluran telur wanita buntu, kami tidak akan melakukan inseminasi buatan. Kami juga akan melihat ukuran telur yang menghasilkan ovum. Bila tidak berkembang, tidak akan menghasilkan,” pungkasnya.

Komentar