PARIMO, theopini.id – Kementerian Agama mengungkapkan jumlah Calon Haji Jamaah (CJH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang akan diberangkatkan tahun ini, sebanyak 126 dari total kuota Provinsi Sulawesi Tengah 1.993 orang.
“Ini masih estimasi sementara, bisa jadi bertambah dan berkurang. Karena akan ditetapkan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Seksi Haji dan Umroh, Kemenag Kabupaten Parimo, H Mappeasse, di Parigi, Selasa, 28 Februari 2023.
Baca Juga : 77 CJH Asal Kabupaten Parimo Diberangkatkan ke Asrama Haji Palu
Dia mengatakan, bisa berkurangnya jumlah keberangkatan terjadi dipengaruhi kenaikan biaya perjalanan ibadah haji Rp Rp 49.812.700,26.
Sehingga, CJH mundur untuk diberangkatkan menjalankan ibadah haji tahun ini, karena tidak dapat melakukan pelunasan.
Alasan lain, kata dia, diakibatkan sakit, sedang mengandung, dan memilih mundur karena anggota keluarganya masuk dalam daftar pemberangkatan CJH tahun depan.
“Ada kalanya menunggu mahramnya. Misalnya suaminya tahun ini berangkat, sementara istrinya tahun depan, biasanya mundur. Tapi tetap akan menjadi jamaah yang siap berangkat,” jelasnya.
Hingga saat ini, berdasarkan catatan Kemenag Kabupaten Parimo, dari 126 CJH yang meninggal sebanyak enam orang.
Kemudian, jamaah yang menunda keberangkatan sebanyak dua orang karena pembiayaan, dan sedang mengandung.
“Berdasarkan aturan kemarin untuk Lansia, 65 tahun ke atas. Sekarang berubah, ditarik dari usia tertua, dan masa tunggu paling lama lima tahun,” jelasnya.
Meskipun belum secara resmi ditetapkan Kemenag, dapat dipastikan jamaah Lansia di Kabupaten Parimo mendapatkan prioritas pemberangkatan dengan kuota sebanyak enam orang.
“Tetapi enam orang ini, satu di antaranya telah meninggal. Untuk umur Lansia tertua di Kabupaten Parimo, yakni 95 tahun dan terendah 85 tahun,” bebernya.
Hanya saja, kembali lagi pada pelunasan. Mengingat, jamaah yang telah melakukan pelunasan di 2022, akan menambah biaya perjalanan ibadah haji sekitar Rp 9 juta lebih.
Baca Juga : Dipastikan Sehat, CJH Asal Parimo Akan Menuju Arafah
Seharusnya, lanjut Mappeasse, surat resmi dari Kemenag sudah diterima bulan ini, karena dibutuhkan untuk menyampaikan informasi ke jamaah yang akan diberangkatkan.
“Tapi mungkin pemerintah masih melakukan berbagai perhitungan. Makanya belum ada ketetapan secara resmi,” pungkasnya.














