PARIMO, theopini.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Tombolotutu, di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada semester 1-2023, telah mencapai setengah dari target.
“Target PAD yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) ke kami, tahun ini sebesar Rp6 miliar. Pada semester ini, kami telah merealisasi sebesar Rp3,7 miliar,” ungkap Direktur RSUD Raja Tombolotutu, dr Flora, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Parimo, Jum’at sore, 4 Agustus 2023.
Baca Juga: RS Tinombo Akan Jalin Kembali Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi
Dia mengaku, sejak dipercayakan mengelola RSUD Raja Tombolotutu oleh Pemda Parimo, target PAD yang diberikan dari tahun ke tahun besarannya sama.
Diawal kepemimpinannya pada 2021, memang realisasi PAD hanya mencapai Rp1,3 miliar. Namun, terus meningkat mencapai Rp4,6 miliar di 2022.
“Kami berupaya realisasi tahun ini, bisa mencapai target,” tukasnya.
dr Flora menyebut, peningkatan PAD terus terjadi, salah satunya karena pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Terintegrasi (SISRUTE).
Hanya saja, berdampak pada pencapaian realisasi PAD RSUD Anuntaloko Parigi, sebab pasien harus masuk di RSUD Raja Tombolotutu.
“Terus terang kami cegat di SISRUTE, jadi memang harus masuk di Rumah Sakit kami,” ujarnya.
Pengembangan ke depan, kata dia, RSUD Raja Tombolotutu akan menambah gedung, yaitu ruang anak dan Nifas.
Selain itu, pihaknya pun berkeinginan, memanfaatkan gedung eks asrama putri yang tidak digunakan, untuk ruang VIP. Namun, ada beberapa kendala, dan terpaksa menunggu APBD perubahan.
“Tapi kami terkendala, di sarana prasarana (Sapras). Terkunci karena, kategori belanja modal, dan harus sudah masuk pada tahun sebelumnya. Sehingga, kami agak sulit bergerak tahun ini, untuk bisa menggunakan eks asrama itu,” jelasnya.
Padahal, bila RSUD Raja Tombolotutu diberikan ruang untuk Sapras tersebut, pasien yang ditangani akan lebih banyak, dan dipastikan realisasi PAD akan semakin meningkat.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Parimo, Leli Pariani meminta, berbagai target dan kendala RSUD Raja Tombolotutu, sebaiknya dituangkan dalam laporkan prognosis enam bulan ke depan.
Baca Juga: IDI Janji Bantu Pemda Parimo Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis
Sehingg sebagai komisi mitra, pihaknya akan membawa persoalan ataupun kendala RSUD Raja Tombolotutu dalam rapat paripurna.
“Jadi kalau ada kendala berkaitan realisasi, disampaikan atau ada hal yang belum bisa direalisasikan juga dilaporkan ke kami. Supaya bisa satu suara saat Paripurna nanti,” pungkasnya.







Komentar