Dinas PMD se-Sulteng Raker Bersama, Bahas Stunting hingga Desa Tertinggal

PALU, theopini.idDinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) se-Sulawesi Tengah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) bersama, pada Jum’at, 1 Desember 2023.

Raker tersebut, bertujuan mewujudkan sinergitas program dan kegiatan Dinas PMD, untuk mengentaskan kemiskinan, Stunting dan desa tertinggal.

Baca Juga: PMD: 850 Desa di Sulteng Belum Miliki Aksas Internet

“Desa merupakan tulang punggung pembangunan Sulawesi Tengah yang perlu diperkuat agar maju dan mandiri,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin Yambas, membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) sangat mengapresiasi Raker Dinas PMD se-Sulawei Tengah sebagai momentum untuk mewujudkan sinergitas program dan kegiatan dalam meningkatkan pembangunan desa.

Untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, diperlukan pemikiran jangka panjang agar hasil-hasil kerja Dinas PMD bertahan lama.

“Semoga kegiatan ini, jadi forum produktif dan pemberdayaan untuk kita semua,” harapnya.

Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah di bawah pimpinan Mohammad Nadir atas prestasi Kelurahan Kawua, Kabupaten Poso dalam Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2023 dengan raihan juara favorit 1.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Bantu Rp51 Miliar Untuk Tangani Kemiskinan di Parimo

Bahkan, Dinas PMD juga mampu mengentaskan desa berstatus sangat tertinggal di Sulawesi Tengah, berdasarkan hasil Indeks Desa Membangun (IDM) 2023.

“Harapan saya jadikan capaian ini sebagai landasan meningkatkan pembangunan desa di masa mendatang,” pungkasnya.

Komentar