PALU, theopini.id – Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Sulawesi Tengah, periode 2023-2028 resmi dilantik.
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dilakukan langsung Ketua Umum PERSAGI Kombes Pol Rudatin, di Palu, Senin, 4 Maret 2024.
Baca Juga: KKP Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan untuk Penanganan Gizi Nasional
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepada saya,” kata Ketua PERSAGI Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana Windarrusliana, dalam sambutannya.
Menurutnya, pelantikan pengurus DPD PERSAGI Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Kabupaten Donggala bukan hanya sebuah momen. Tetapi juga awal perjalanan yang penuh tanggung jawab dan Harapan.
Dukungan penuh dari seluruh anggota PERSAGI, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Utamanya, dalam percepatan penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Tengah serta permasalahan kesehatan dan gizi lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum PERSAGI Kombes Pol Rudatin mengungkapkan, visi tahun ini ialah Indonesia Emas. Untuk mencapainya, harus memiliki generasi yang memiliki SDM unggul.
Sehingga penekanan ataupun penurunan angka Stunting merupakan salah satu faktor mencapai visi Indonesia emas tersebut.
Ia pun berharap, pihak ahli gizi di wilayah kecamatan lebih aktif untuk bergerak bersama anggota TP-PKK dalam rangka penanggulangan percepatan penurunan Stunting.
“Kader PKK di desa merupakan ujung tombak Posyandu. Saya mohon teman-teman ahli gizi aktif, kerana merupakan tanggung jawab Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu),” tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H Ma’mun Amir menyampaikan apresiasinya atas dilantiknya DPD dan DPC PERSAGI.
Menurutnya potensi rentan permasalahan gizi berada di wilayah pedesaan. Olehnya, perdukungan fasilitas Pustu dan petugas ahli gizi.
Baca Juga: Empat Desa di Sigi Dapat Bantuan Dukungan Peningkatan Kualitas Gizi
Ia juga meminta para ahli gizi harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan gizi.
“Kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan profesi masing-masing,” punkasnya.






