the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Berujung Bentrok, Pemuda Asal Tada Tewas Diduga Akibat Luka Tembak

the OPINIbythe OPINI
13 Februari 2022
in Daerah, Headline, Hukum Kriminal
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
13 Februari 2022
in Daerah, Headline, Hukum Kriminal
Reading Time: 3 mins read
SKP-HAM: JPU dan Majelis Hakim Harus Fasilitasi Korban Erfaldi Ungkap Kebenaran

Pemuda bernama Erfaldi, asal Tada Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, tewas diduga akibat terkena tembak, di rumah duka, Minggu 13 Februari 2022. (Foto : Novita)

PARIMO, theopini.id – Pemuda bernama Erfaldi (21) warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, tewas diduga akibat luka tembak dalam aksi blokade jalan Trans Sulawesi, Desa Katulistiwa oleh Aliansi Tani Rakyat (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT) PT Trio Kencana, Sabtu 12 Februari 2022.

“Saya mendapat kabar anak saya kena tembak dari keluarga. Saya langsung mencari tahu keberadaannya ke Puskesmas Tada. Saya sampai tidak kuat melihat kondisi anakku yang saat itu telah meninggal,” ungkap Ibu Kandung korban, Rosmawati saat ditemui di rumah duka, Desa Tada, Minggu 13 Februari 2022.

Dia pun membantah, jika anaknya disebut-sebut sebagai salah satu dari masa aksi ARTI KTT. Ia, mengaku, Erfaldi mendatangi lokasi demonstrasi di Desa Katulistiwa, sekitar pukul 20:00 WITA.

Sebelumnya berangkat, dia sempat meminta anaknya membelikannya rokok untuk kebutuhan barang dagangan.

Baca Juga

Cegah Sabu Masuk, Lapas Parigi Perketat Penggeledahan Pengunjung

70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

81 Tahun Merdeka, JATAM Sulteng Serukan Ruang Hidup Warga Bebas dari Konsesi Tambang

“Anak saya itu, ke acara pesta saja tidak pernah, entah kenapa mau ke sana. Dia hanya datang menonton, karena namanya anak-anak mau melihat kejadian seperti itu secara langsung. Anak saya sempat lagi membelikan obat tetes mata untuk tantenya juga,” ungkapnya.

Rosmawati mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata di TKP, yang sempat membawa anaknya ke Puskesmas Tada, Erfaldi diduga terkena tembak dari arah belakang.

Saat itu kata dia, anaknya sedang berlari menghindari kerumunan masa aksi, ketika bentrok dengan personil Polisi terjadi.

“Dari cerita beberapa saksi, anak saya terkena tembak dan langsung terjatuh dengan posisi wajah mengarah ke aspal jalan,” ungkapnya.

Kemudian, Erfaldi sempat meminta tolong dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Tada oleh saksi mata, agar mendapatkan penanganan medis.

“Makanya anak saya mengalami luka-luka dibagian wajah, bibirnya juga bengkak,” kata dia.

Dia menuntut keadilan atas kejadian tersebut. Bahkan berharap, oknum anggota Polisi yang melakukan tindakan itu, bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Kami akan menempuh jalur hukum. Saya yakin anakku tidak salah, dia anak baik. Cuman dia anak laki-laki kami satu-satunya yang menjadi harapan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono membantah, jika warga Desa Tada tersebut meninggal akibat luka tembakan.

Bahkan menurutnya, yang membawa korban ke Puskesmas Tada, adalah warga sekitar, bukan personil Polisi.

“Korban dibawa menggunakan motor ke Puskesmas menurut informasi. Itu bukan luka tembak, tapi luka seperti tertusuk,” tegasnya.

Namun, Kapolres belum memastikan apa penyebab kematian korban, dan akan melakukan pengecekan kembali.

“Kami membubarkan masa aksi ke arah Tugu Katulistiwa, tidak ke arah lain. Itu pun kami menggunakan gas air mata,” terangnya.

Diketahui, aksi blokade jalur Trans Sulawesi yang dilakukan masyarakat dari tiga kecamatan yakni, Toribulu, Kasimbar dan Tinombo Selatan yang tergabung dalam ARTI KTT PT Trio Kencana, terjadi sejak pukul 12:00 WITA, Sabtu.

Aksi blokade, terjadi kurang lebih 13 jam lamanya, dan mengakibatkan antrian panjang kendaraan. Tindakan itu dilakukan masa aksi, akibat Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura, yang tidak menepati janjinya untuk menemui masa aksi.

Akhirnya, personil Polisi anti huru hara bertindak pukul mundur dengan menghalau masa aksi menggunakan gas air mata, tembakan petasan dan water cannon.

Tindakan pukul mundur dimulai sejak pukul 22:00 WITA, dan akhirnya personil mampu mengendalikan situasi kurang lebih dua jam setelah bentrok sempat terjadi.

Saat bentrok, masa aksi melakukan penyerangan dengan melempar batu, dan botol air mineral ke arah personil Polisi.

Berdasarkan pantauan, puluhan orang masa aksi di amankan ke Polres Parimo, beserta barang bukti, berupa empat unit truck, dan puluhan sepeda motor.

Laporan : Novita Ramadhan

Tags: #ARTIKTT#Bentrok#parigimoutong#polres#PTTriokencana#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Jalur Trans Sulawesi Parimo Kembali Dilalui Pengendara Bermotor

Next Post

Kapolda Sulteng Minta Maaf, Janji Tangani Kasus Warga Tertembak

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Cegah Sabu Masuk, Lapas Parigi Perketat Penggeledahan Pengunjung

Cegah Sabu Masuk, Lapas Parigi Perketat Penggeledahan Pengunjung

18 Agustus 2026
70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

17 Agustus 2026
81 Tahun Merdeka, JATAM Sulteng Serukan Ruang Hidup Warga Bebas dari Konsesi Tambang

81 Tahun Merdeka, JATAM Sulteng Serukan Ruang Hidup Warga Bebas dari Konsesi Tambang

17 Agustus 2026
Ditresnarkoba Polda Sulteng Tangkap Dua Warga Parimo di Palu, Sabu dan Bong Diamankan

Ditresnarkoba Polda Sulteng Tangkap Dua Warga Parimo di Palu, Sabu dan Bong Diamankan

17 Agustus 2026
183 Wabin Lapas Parigi Terima Remisi HUT ke-81 RI, Empat Langsung Bebas

183 Wabin Lapas Parigi Terima Remisi HUT ke-81 RI, Empat Langsung Bebas

17 Agustus 2026
Pemda Parimo Luncurkan Layanan Darurat 112, Komdigi Minta Masyarakat Bijak Menggunakannya

Pemda Parimo Luncurkan Layanan Darurat 112, Komdigi Minta Masyarakat Bijak Menggunakannya

17 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

Cegah Sabu Masuk, Lapas Parigi Perketat Penggeledahan Pengunjung

Cegah Sabu Masuk, Lapas Parigi Perketat Penggeledahan Pengunjung

18 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 109 km TimurLaut PULAUSARINGI-NTB

18 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 125 km TimurLaut PULAUSARINGI-NTB

18 Agustus 2026
70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

17 Agustus 2026
81 Tahun Merdeka, JATAM Sulteng Serukan Ruang Hidup Warga Bebas dari Konsesi Tambang

81 Tahun Merdeka, JATAM Sulteng Serukan Ruang Hidup Warga Bebas dari Konsesi Tambang

17 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 77 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

16 Agustus 2026
Polresta Banggai Selidiki Kematian Pensiunan TNI di Hanga-hanga Permai

Polresta Banggai Selidiki Kematian Pensiunan TNI di Hanga-hanga Permai

11 Agustus 2026
Ditresnarkoba Polda Sulteng Tangkap Dua Warga Parimo di Palu, Sabu dan Bong Diamankan

Ditresnarkoba Polda Sulteng Tangkap Dua Warga Parimo di Palu, Sabu dan Bong Diamankan

17 Agustus 2026
Banggar Soroti Capaian PAD, TAPD Parimo Siap Hadirkan OPD Penghasil

Banggar Soroti Capaian PAD, TAPD Parimo Siap Hadirkan OPD Penghasil

13 Agustus 2026
70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

70 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Parimo

17 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In