PALU, theopini.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan secara simbolis kunci Hunian Tetap (Huntap) Tondo II untuk warga terdampak bencana gempa bumi dan likuifkasi, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at, 14 Juni 2024.
“Hari ini, saya menyerahkan kunci kepada calon penghuni tetap di tanah relokasi, baik di Palu, Sigi, Donggala,” Menko PMK, Muhadjir Effendy.
Baca Juga: Wabup Samuel Serahkan Sertifikat Tahan Huntap ke 238 KK di Sigi
Ia menjelaskan, proses penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan likuefaksi saat ini, sudah mencapai tahap akhir.
Namun, kata dia, ada beberapa unit rumah masih dalam proses, dan ditargetkan akan selesai dalam waktu yang tidak lama.
Muhadjir menegaskan pembangunan seluruh Huntap untuk warga terdampak bencana gempa dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, harus rampung pada tahun ini.
“Harus selesai. Target kita, sesuai arahan Presiden tahun ini. Bahkan kalau bisa pada Oktober, sudah clear dan dihuni,” tukasnya.
Kementerian PUPR menetapkan pembangunan sebanyak 5.598 unit Huntap korban terdampak bencana gempa dan likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah, harus rampung tahun ini. Hingga Juni ini, tersisa 382 unit yang akan dituntaskan.
Menko PMK pun memastikan tak akan ada lagi perpanjangan untuk penuntasan proyek Hutap tersebut. Sebab, jarak waktu 6 tahun penyelesaian dari bencana sudah terlalu lama, membuat warga menunggu.
Baca Juga: Huntap Boyantongo Rampung, Air Bersih dan Listrik Jadi Kendala
Sehingga, dia menegaskan, tidak akan ada keterlambatan pembangunan lagi dalam menyelesaikan seluruh Huntap untuk warga terdampak.
“Tidak ada pilihan lain harus selesai. Ini sudah tertunda cukup lama 6 tahun. Sementara rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di NTB sudah clear,” pungkasnya.















