JAKARTA, theopini.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.
“Kebijakan 4K ini, dapat dilakukan melalui beberapa hal,” ungkap Menko Airlangga, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2024.
Baca Juga: Angka Inflasi 2,84%, Mendagri: Tempatkan Indonesia di Posisi Baik Tingkat Global
Pertama, kata dia, stabilisasi harga untuk mengatasi kenaikan dalam jangka pendek melalui penyaluran SPHP, bantuan pangan, dan gerakan pangan murah.
Hal ini, menurutnya, telah berhasil menahan kenaikan harga pangan lebih tinggi di seluruh daerah.
Kedua, peningkatan produksi domestik, di antaranya diupayakan melalui program pompanisasi, penambahan alokasi pupuk subsidi, maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian.
Kemudian ketiga, memastikan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia, antara lain melalui program fasilitasi distribusi pangan pada 10 komoditas pangan strategis oleh Badan Pangan Nasional.
Selain itu, mengoptimalkan pemanfaatan tol laut khususnya untuk daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).
“Sedangkan dari sisi fiskal pusat, dukungan dan sinergi antar Kementerian/Lembaga juga perlu dioptimalkan,” ujarnya.
Menko Airlangga juga mengungkapkan beberapa hal yang ditekankan dalam pengendalian inflasi dan perlu dilanjutkan.
Di antaranya, kesinambungan pasokan domestik merupakan kunci utama, untuk menjaga stabilitas harga di seluruh daerah serta penyediaan data pangan yang akuntabel.
Saat ini, lanjutnya, telah tersedia data harga secara real time dan akurat. Namun, data pasokan pangan masih dalam pengembangan.
“Pengembangan dari neraca pangan ini, menjadi penting. Dari Badan Pangan akan mempersiapkan terkait dengan hal kedua, yaitu penyediaan data pangan yang akuntabel. Dengan adanya neraca pangan, maka stabilisasi harga di daerah bisa lebih termonitor,” pungkas Menko Airlangga.
Baca Juga: Bank Indonesia Canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
Diketahui, pencapaian inflasi Indonesia saat ini, masih terkendali. Di mana, realisasi inflasi pada Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Capaian tersebut, lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara G20 lain seperti Argentina (289% yoy), Turki (75,45% yoy), dan Rusia (7,84% yoy).
















