PARIMO, theopini.id – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, menggelar coaching clinic dukungan psikologi awal di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Kegiatan ini, dibuka secara resmi Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Pemda Parimo, Aswini Dimpel, Senin, 25 November 2024.
Baca Juga: Pemprov Sulteng Tegaskan Registrasi MODI Wajib Bagi Perusahaan Tambang
“Atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo, kami menyambut baik atas diselenggarakan kegiatan ini,” ucap Aswini Dimpel, hadir mewakili Pj Bupati Parimo.
Ia mengatakan, kegiaan ini untuk memberikan pemahaman dan keterampilan, dalam memberikan dukungan, khususnya psikologi bagi pendamping kasus saat penanganan kasus kekerasan, trauma, perlindungan anak serta perempuan.
Dengan pendampingan yang baik, kata dia, dapat meringankan beban para korban. Bahkan dalam banyak kasus, dapat menjadi langkah pertama untuk proses pemulihan.
Melalui pelatihan ini, ia berharap, setiap pendamping kasus dapat memperkuat kemampuannya untuk mengenali gejala-gejala trauma, memberikan dukungan emosional efektif serta memfasilitasi pemulihan psikologis bagi individu yang membutuhkan.
“Sebagai bagian dari komitmen Pemda untuk menciptakan Kabupaten Parimo aman dan sehat, kita sangat menyadari tugas para pendamping kasus sangat berat, namun juga sangat mulia,” ujarnya.
Olehnya, kegiatan ini sangat penting agar para pendamping kasus dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan lebih mendalam mengenai cara-cara mendukung korban secara psikologis, terutama menghadapi trauma yang sering kali menghantui mereka.
Ia pun berharap, ilmu dan keterampilan yang diperoleh pada kegiatan ini, dapat diterapkan dengan baik dalam tugas sehari-hari.
Baca Juga: 100 UMKM di Parimo Ikut Coaching Clinik Gernas BBI
“Yang terpenting, memberikan dampak positif bagi masyarakat kita, khususnya mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan kita,” imbuhnya.
Selain itu, pendampung kasus juga semakin siap untuk menghadapi tantangan di lapangan, memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat, dan menjadi agen perubahan yang positif bagi korban kekerasan di Kabupan Parimo.







Komentar