MAKKAH, theopini.id – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyatakan, upaya efisiensi anggaran perjalanan haji tahun 2025 tidak berdampak negatif terhadap kualitas layanan konsumsi bagi jemaah.
Hal itu, disampaikan usai inspeksi mendadak ke dapur United Partners Catering, salah satu penyedia makanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah.
Baca Juga: Puluhan Jemaah Haji Dirawat Akibat Gangguan Tulang dan Sendi
Dalam kunjungan tersebut, Timwas mengecek langsung proses produksi makanan untuk sekitar 4.000 jemaah, sebagai bagian dari total 221.000 jemaah asal Indonesia.
Salah satu anggota Timwas, Ansory Siregar yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, menyatakan bahwa meski biaya per porsi makanan mengalami penurunan signifikan, standar kualitas tetap terjaga.
“Ini contoh konkret bahwa efisiensi tidak selalu berarti penurunan mutu. Dengan harga sekitar Rp15.000 per porsi, makanan yang kami lihat dan cicipi tetap layak dan bergizi, bahkan rasanya cukup memuaskan,” kata Ansory di Makkah, Minggu, 1 Juni 2025.
Menurutnya, tahun lalu biaya konsumsi jemaah mencapai Rp18.000–Rp19.000 per porsi. Namun tahun ini, melalui efisiensi yang dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama BPKH, biaya bisa ditekan hingga Rp4.000–Rp5.000 tanpa mengorbankan kualitas.
Timwas juga menilai pengemasan dan kebersihan makanan sebagai aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
“Semua indikator kami cek, mulai dari kandungan gizi, proses pengemasan, hingga sanitasi dapur. Hasilnya cukup menggembirakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Timwas akan memastikan konsistensi kualitas dengan memeriksa makanan yang benar-benar diterima jemaah di hotel.
“Kami tidak ingin hanya disuguhi sampel terbaik. Kami akan pastikan jemaah menerima makanan dengan kualitas yang sama seperti yang kami lihat,” tegasnya.
Langkah pengawasan kualitas makanan juga dilakukan oleh BPJPH, yang memantau aspek kehalalan dan keamanan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Prof Zainal Serukan Peran Aktif Jaga Kebhinekaan Lewat Pancasila
Selain itu, sebanyak 2,4 juta porsi makanan disiapkan oleh anak usaha BPKH, dan 475 ton bumbu Nusantara dikirim langsung ke Arab Saudi untuk menjaga cita rasa autentik Indonesia.
Timwas DPR RI menilai keberhasilan efisiensi ini patut diapresiasi sebagai model pengelolaan haji yang bertanggung jawab.
“Ini membuktikan bahwa dengan pengawasan yang ketat dan perencanaan yang matang, pelayanan jemaah tetap bisa prima meski anggaran ditekan,” pungkasnya.







Komentar