the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

the OPINIbythe OPINI
9 Juni 2025
in Headline
Reading Time: 23 mins read
the OPINIbythe OPINI
9 Juni 2025
in Headline
Reading Time: 23 mins read
Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

Baca Juga

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

“Mereka sudah berusaha keras, ambil air pakai pipa dan selang dari kami. Tapi masalahnya, salah satu pintu air irigasi di Desa Kayuboko sudah ditutup, bahkan ditanami pohon pisang,” ungkap Muhamad Yamin, Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin, 24 Februari 2025.

Laporan: Novita Ramadhan

Kami disambut di salah satu ruangan Kantor UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parigi Barat, Desa Baliara. Ruangan itu tak lebih dari 5×4 meter, Muhamad Yamin duduk di balik meja kayu yang mulai kusam. Sorot matanya tajam, bukan karena marah, tapi seperti berhati-hati memilih kata untuk mengungkap temuan pintu air yang tertutup.

“Saya menduga itu sengaja ditutup, supaya air tidak lagi masuk ke lahan persawahan,” katanya pelan, nyaris berbisik.

Yamin begitu ia disapa, menggambarkan lokasi pintu air yang kini tertutup dan ditanami pisang. Aliran air berhenti total. Tak ada lagi jalur irigasi yang tersambung ke sawah-sawah warga.

Di balik batang pisang yang tumbuh di tepi saluran, tersembunyi aktivitas tambang emas ilegal yang kian meluas dan menggerus ruang hidup petani.

Siang itu, kami berbincang hampir satu jam, membahas penyebab menyusutnya lahan persawahan di Desa Kayuboko, serta dampak nyata dari aktivitas pertambangan emas yang diduga turut mempercepat perubahan fungsi lahan.

Desa tersebut merupakan salah satu wilayah dampingan penyuluh pertanian Kecamatan Parigi Barat, selain Baliara, Air Panas, Parigimpuu, Lobu Mandiri dan Jono Kalora.

Salah satu penyebab alih fungsi lahan, menurut Yamin, adalah pintu air irigasi yang tertutup. Bukan sekadar ditutup, tapi telah ditanami pohon pisang, seolah ingin menyembunyikan keberadaannya.

“Kalau melihat ukuran pohonnya, kemungkinan itu sudah ditanam sekitar tiga sampai empat tahun lalu,” ujarnya.

Ia mengaku, pertama kali menemukan kondisi itu saat meninjau persiapan program nasional penanaman satu juta jagung serentak dari Kementerian Pertanian dan Polri.

Kondisi ini, menyulitkan petani mendapatkan air. Padahal, lahan pertanian mereka berjarak ratusan meter dari bendungan yang kini tak hanya menjadi sumber air, tapi juga dikepung aktivitas tambang emas ilegal yang masif sejak 2018.

Salah satunya, adalah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Maju. Mereka mulai mengalihfungsikan lahan karena kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Kelompok Tani Suka Maju sekarang menanam jagung karena tanaman itu tidak membutuhkan banyak air. Mereka sudah tidak sanggup lagi. Bukan air bersih yang masuk ke sawah mereka, tapi lumpur,” jelas Yamin.

Aktivitas tambang emas di Desa Kayuboko tak hanya melahap hutan, tapi juga mengancam aliran air dan kesuburan tanah yang menopang pertanian warga. (Foto: Oppie/theopini.id)

__________________________________________________________________

Padahal, menurut Yamin, pertanian seharusnya menjadi fondasi ekonomi desa karena menyangkut hajat hidup masyarakat Kayuboko dalam jangka panjang.

Temuan itu membuatnya gusar. Sebab tanpa air, sawah tak akan hidup. Dan jika sawah mati, petani kehilangan pijakan.

Kondisi ini, turut menjelaskan peralihan fungsi sekitar 30 hektare dari total 64,5 hektare lahan pertanian di Desa Kayuboko menjadi kebun jagung, kakao, kepala dan durian.

Bahkan, lahan yang tersisa pun kini terancam tak lagi bisa ditanami padi. Air irigasi yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini justru membawa lumpur ke sawah, warnanya pekat, menyerupai kopi susu.

Lumpur itu bukan hadir begitu saja. Endapannya berasal dari aktivitas pertambangan emas yang terus berlangsung di hulu.

Berdasarkan data yang dikantongi Yamin, kelompok tani yang masih bertahan menanam padi antara lain Lompe Singgani, Karya Mandiri, dan Salutumpa.

“Memang kemarin saya lihat di lapangan, endapan di irigasi sangat tinggi. Kata petani, bukan lagi air yang mengalir, tapi lumpur,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut dampak aktivitas pertambangan emas di Desa Kayuboko telah mengakibatkan 200 hektare lahan perkebunan warga di Air Panas rusak.

“Persoalan dampak tambang ini paling sering disampaikan Kepala Desa Air Panas saat Musrenbang kecamatan, karena hampir 200 hektare lahan perkebunan di sana rusak,” ungkapnya.

Pernyataan Yamin menjadi petunjuk awal bagi kami untuk menyusuri jejak tambang emas di Desa Kayuboko dan mengungkap dampaknya bagi kehidupan petani.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaKayuboko#KecamatanParigiBarat#Kementan#KrisisLingkungan#MabesPolri#Mentan#MenteriESDM#parigimoutong#PETIKayuboko#PresidenPrabowo#Sulteng#tambangemas
ShareSendTweet
Previous Post

BRI Parigi Kurban 9 Ekor Sapi, Disalurkan ke Ponpes, Panti Asuhan, dan Masyarakat

Next Post

Tanggap Darurat Pascabanjir Sausu Dimulai 10 Juni, 548 Warga Terdampak

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

31 Agustus 2026
Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

31 Agustus 2026
BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

30 Agustus 2026
Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

29 Agustus 2026
Hadiri Ngaben Massal di Mepanga, Bupati Erwin Tekankan Nilai Gotong Royong

Hadiri Ngaben Massal di Mepanga, Bupati Erwin Tekankan Nilai Gotong Royong

29 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

31 Agustus 2026
Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

31 Agustus 2026
Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

31 Agustus 2026
Pansus DPRD Parimo Beri Enam Rekomendasi untuk Perbaiki Pengelolaan APBD

Pansus DPRD Parimo Beri Enam Rekomendasi untuk Perbaiki Pengelolaan APBD

31 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 50 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

31 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Banjir Kasimbar Belum Surut, Jembatan Peningka Putus dan 188 KK Terdampak

Banjir Kasimbar Belum Surut, Jembatan Peningka Putus dan 188 KK Terdampak

28 Agustus 2026
Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

28 Agustus 2026
Buka MTQ Sidoan, Bupati Erwin Burase Soroti Ancaman Narkoba dan Risiko Bencana

Buka MTQ Sidoan, Bupati Erwin Burase Soroti Ancaman Narkoba dan Risiko Bencana

29 Agustus 2026
Hari Kedua Pascabanjir Avolua, BPBD Parimo Fokus Bersihkan Rumah Warga dan Pulihkan Air Bersih

Hari Kedua Pascabanjir Avolua, BPBD Parimo Fokus Bersihkan Rumah Warga dan Pulihkan Air Bersih

27 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 52 km TimurLaut LABUANBAJO-NTT

27 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d