the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

the OPINIbythe OPINI
9 Juni 2025
in Headline
Reading Time: 23 mins read
the OPINIbythe OPINI
9 Juni 2025
in Headline
Reading Time: 23 mins read
Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

Baca Juga

Tegaskan Kepastian Hukum, Kemenag Parimo Dorong Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Tiga WNA China dan Satu WNI Jadi Tersangka Kericuhan PT Askon

“Mereka sudah berusaha keras, ambil air pakai pipa dan selang dari kami. Tapi masalahnya, salah satu pintu air irigasi di Desa Kayuboko sudah ditutup, bahkan ditanami pohon pisang,” ungkap Muhamad Yamin, Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin, 24 Februari 2025.

Laporan: Novita Ramadhan

Kami disambut di salah satu ruangan Kantor UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parigi Barat, Desa Baliara. Ruangan itu tak lebih dari 5×4 meter, Muhamad Yamin duduk di balik meja kayu yang mulai kusam. Sorot matanya tajam, bukan karena marah, tapi seperti berhati-hati memilih kata untuk mengungkap temuan pintu air yang tertutup.

“Saya menduga itu sengaja ditutup, supaya air tidak lagi masuk ke lahan persawahan,” katanya pelan, nyaris berbisik.

Yamin begitu ia disapa, menggambarkan lokasi pintu air yang kini tertutup dan ditanami pisang. Aliran air berhenti total. Tak ada lagi jalur irigasi yang tersambung ke sawah-sawah warga.

Di balik batang pisang yang tumbuh di tepi saluran, tersembunyi aktivitas tambang emas ilegal yang kian meluas dan menggerus ruang hidup petani.

Siang itu, kami berbincang hampir satu jam, membahas penyebab menyusutnya lahan persawahan di Desa Kayuboko, serta dampak nyata dari aktivitas pertambangan emas yang diduga turut mempercepat perubahan fungsi lahan.

Desa tersebut merupakan salah satu wilayah dampingan penyuluh pertanian Kecamatan Parigi Barat, selain Baliara, Air Panas, Parigimpuu, Lobu Mandiri dan Jono Kalora.

Salah satu penyebab alih fungsi lahan, menurut Yamin, adalah pintu air irigasi yang tertutup. Bukan sekadar ditutup, tapi telah ditanami pohon pisang, seolah ingin menyembunyikan keberadaannya.

“Kalau melihat ukuran pohonnya, kemungkinan itu sudah ditanam sekitar tiga sampai empat tahun lalu,” ujarnya.

Ia mengaku, pertama kali menemukan kondisi itu saat meninjau persiapan program nasional penanaman satu juta jagung serentak dari Kementerian Pertanian dan Polri.

Kondisi ini, menyulitkan petani mendapatkan air. Padahal, lahan pertanian mereka berjarak ratusan meter dari bendungan yang kini tak hanya menjadi sumber air, tapi juga dikepung aktivitas tambang emas ilegal yang masif sejak 2018.

Salah satunya, adalah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Maju. Mereka mulai mengalihfungsikan lahan karena kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Kelompok Tani Suka Maju sekarang menanam jagung karena tanaman itu tidak membutuhkan banyak air. Mereka sudah tidak sanggup lagi. Bukan air bersih yang masuk ke sawah mereka, tapi lumpur,” jelas Yamin.

Aktivitas tambang emas di Desa Kayuboko tak hanya melahap hutan, tapi juga mengancam aliran air dan kesuburan tanah yang menopang pertanian warga. (Foto: Oppie/theopini.id)

__________________________________________________________________

Padahal, menurut Yamin, pertanian seharusnya menjadi fondasi ekonomi desa karena menyangkut hajat hidup masyarakat Kayuboko dalam jangka panjang.

Temuan itu membuatnya gusar. Sebab tanpa air, sawah tak akan hidup. Dan jika sawah mati, petani kehilangan pijakan.

Kondisi ini, turut menjelaskan peralihan fungsi sekitar 30 hektare dari total 64,5 hektare lahan pertanian di Desa Kayuboko menjadi kebun jagung, kakao, kepala dan durian.

Bahkan, lahan yang tersisa pun kini terancam tak lagi bisa ditanami padi. Air irigasi yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini justru membawa lumpur ke sawah, warnanya pekat, menyerupai kopi susu.

Lumpur itu bukan hadir begitu saja. Endapannya berasal dari aktivitas pertambangan emas yang terus berlangsung di hulu.

Berdasarkan data yang dikantongi Yamin, kelompok tani yang masih bertahan menanam padi antara lain Lompe Singgani, Karya Mandiri, dan Salutumpa.

“Memang kemarin saya lihat di lapangan, endapan di irigasi sangat tinggi. Kata petani, bukan lagi air yang mengalir, tapi lumpur,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut dampak aktivitas pertambangan emas di Desa Kayuboko telah mengakibatkan 200 hektare lahan perkebunan warga di Air Panas rusak.

“Persoalan dampak tambang ini paling sering disampaikan Kepala Desa Air Panas saat Musrenbang kecamatan, karena hampir 200 hektare lahan perkebunan di sana rusak,” ungkapnya.

Pernyataan Yamin menjadi petunjuk awal bagi kami untuk menyusuri jejak tambang emas di Desa Kayuboko dan mengungkap dampaknya bagi kehidupan petani.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaKayuboko#KecamatanParigiBarat#Kementan#KrisisLingkungan#MabesPolri#Mentan#MenteriESDM#parigimoutong#PETIKayuboko#PresidenPrabowo#Sulteng#tambangemas
ShareSendTweet
Previous Post

BRI Parigi Kurban 9 Ekor Sapi, Disalurkan ke Ponpes, Panti Asuhan, dan Masyarakat

Next Post

Tanggap Darurat Pascabanjir Sausu Dimulai 10 Juni, 548 Warga Terdampak

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

15 Oktober 2026
Pemda Parimo Fasilitasi Sidang Isbat Nikah Terpadu, 25 Pasangan Lolos Verifikasi

Pemda Parimo Fasilitasi Sidang Isbat Nikah Terpadu, 25 Pasangan Lolos Verifikasi

15 Oktober 2026
Erwin Dorong Sinergi PKB dan Pemerintah Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Parimo

Erwin Dorong Sinergi PKB dan Pemerintah Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Parimo

15 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

13 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Tegaskan Kepastian Hukum, Kemenag Parimo Dorong Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

Tegaskan Kepastian Hukum, Kemenag Parimo Dorong Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

16 Oktober 2026
Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

15 Oktober 2026
Kapolres Parimo Berganti, AKBP Hendrawan Tiga WNA China dan Satu WNI Jadi Tersangka Kericuhan PT Askon

Tiga WNA China dan Satu WNI Jadi Tersangka Kericuhan PT Askon

15 Oktober 2026
Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

15 Oktober 2026
Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

15 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.7 M Guncang 193 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR

11 Oktober 2026
APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

13 Oktober 2026
Kenal Lewat Facebook, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Banggai Berlanjut ke Jaksa

Kenal Lewat Facebook, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Banggai Berlanjut ke Jaksa

10 Oktober 2026
Tiba di Palu, Kapolda Irjen Rizal Irawan Disambut Gubernur Sulteng

Tiba di Palu, Kapolda Irjen Rizal Irawan Disambut Gubernur Sulteng

13 Oktober 2026
Kapolres Parimo Berganti, AKBP Hendrawan Tiga WNA China dan Satu WNI Jadi Tersangka Kericuhan PT Askon

Kapolres Parimo Berganti, AKBP Hendrawan Dimutasi Jadi Wakapolresta Palu

11 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d