Boskin untuk SD Berprestasi, Parimo Prioritaskan Program Koding dan Literasi

PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar melalui program pelatihan koding dan literasi mendalam.

Hal ini, ditandai dengan penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (Boskin) 2025 kepada 71 Sekolah Dasar (SD) terpilih.

Baca Juga: Bidang Manajemen SD Disdikbud Parimo Realisasikan 40 Persen Program

“Dana Boskin kali ini, difokuskan untuk mendukung pelatihan pembelajaran mendalam dan koding, dua program prioritas yang diarahkan langsung oleh kementerian,” ujar Kepala Bidang Manajemen SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Ibrahim, saat di Parigi, Rabu, 9 Juli 2025.

Ia menjelaskan, pemberian Boskin ini mengacu pada perubahan petunjuk teknis yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025.

Berdasarkan aturan baru itu, kata dia, dari 425 jenjang SD di Kabupaten Parimo, sebanyak 71 sekolah dinyatakan layak menerima Boskin.

Dari jumlah itu, 69 sekolah mendapat alokasi Rp22,5 juta masing-masing karena dikategorikan sebagai sekolah dengan kemajuan baik. Sementara dua sekolah lainnya memperoleh dana lebih besar karena prestasi yang menonjol.

“SD Lemo mendapat Rp50.750.000 atas capaian medali emas di O2SN Nasional 2024 bidang atletik. SD 2 Tolai mendapat Rp36.250.000 karena hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) terbaik 2024,” jelasnya.

Guna memaksimalkan penggunaan dana tersebut, Disdikbud Parimo menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis kepada sekolah penerima.

Pemateri dari Balai Guru dan GTK, dihadirkan untuk memberikan pemahaman tentang program pembelajaran mendalam dan koding.

“Penggunaan dana Boskin tidak bisa lagi sembarangan. Kepala sekolah wajib mengikuti juknis dan hanya boleh menganggarkan kegiatan yang telah ditentukan,” tegasnya.

Dari 425 jenjang SD, pihaknya hanya mengundang 200 sekolah dalam sosialisasi, sebagai perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Parimo.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Terapkan E-Ijazah, Cegah Peredaran Dokumen Palsu

Ia menambahkan, sekolah yang hadir diharapkan dapat melakukan pengimbasan kepada sekolah lain di wilayahnya masing-masing.

“Sekolah penerima Bos reguler tetap mendapat Rp945.000 per siswa per tahun. Sementara Boskin diberikan khusus bagi sekolah yang berprestasi dan berkinerja baik, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan pengembangan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar