HUT ke-65 Banggai, Komitmen Bangun Daerah Lewat Identitas dan Potensi Lokal

BANGGAI, theopini.idMomentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menjadi ajang penguatan identitas daerah melalui sejarah dan pengakuan kekayaan lokal.

Dalam upacara peringatan yang digelar di Lapangan Mirqan, Kompleks Perkantoran Bukit Halimun, Selasa, 8 Juli 2025, Bupati Banggai Amirudin mengajak masyarakat kembali menengok akar sejarah dan menjaga warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Momen HUT-61 Sulteng, Pemda Banggai Terima Penghargaan UHC Kategori Pratama

“Mari kita jaga amanah sejarah ini. Mari kita jaga warisan pendahulu kita, baik yang tertulis maupun yang tak terlihat. Karena kekuatan Banggai bukan pada kekuasaan, tapi pada kebersamaan,” kata Bupati Amirudin dalam pidatonya.

Sejarah Kabupaten Banggai sebagai wilayah kerajaan yang telah eksis sejak abad ke-16, dan kemudian menyatakan janji setia kepada Republik Indonesia pada 1950-an, menjadi latar kuat untuk membangun kebanggaan daerah.

BACA JUGA:  Silaturahmi Kebangsaan BNPT, Sekda Novalina: Wadah Rekonsiliasi

Dalam upacara tersebut, juga dibacakan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Banggai, yang berakar dari masa Kesultanan Ternate hingga terbentuknya swapraja di era Raja Haji Syukuran Aminuddin Amir.

Peringatan HUT kali ini, juga menjadi tonggak penting bagi pengakuan potensi lokal. Kementerian Hukum dan HAM RI memberikan sertifikat Indikasi Geografis (IG) kepada dua komoditas khas Banggai, yaitu Salak Pondoh Simpang Raya dan Kelapa Babasal Taima.

Sertifikat IG ini, memberi perlindungan hukum atas produk asli daerah dan membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

“Ini kado istimewa untuk HUT Banggai. Terima kasih kepada Kemenkumham dan semua pihak yang telah memperjuangkan ini,” ujar Bupati.

Kabupaten Banggai tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang memperoleh IG untuk komoditas kelapa. Selain itu, sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) juga diberikan untuk fauna endemik Burung Maleo, menegaskan posisi Banggai sebagai wilayah yang kaya secara ekologis dan budaya.

BACA JUGA:  Polresta Palu Musnakan Barang Bukti 1.673.27 Gram Sabu

Upacara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian, hingga tokoh adat dan masyarakat, mengusung tema “Sekali Lagi Bergerak Bersama dalam Keberlanjutan”.

Baca Juga: Semarak HUT ke-25, DWP Banggai Gelar Jalan Sehat dan Senam Pagi

Visi tersebut, ditekankan kembali oleh Bupati Amirudin dalam arahannya untuk memperkuat semangat gotong royong dan potoutusan (persaudaraan) dalam membangun daerah.

Di akhir kegiatan, pemerintah daerah juga menyerahkan sejumlah penghargaan serta Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi CPNS dan PPPK sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar