PARIMO, theopini.id – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H Abdul Sahid menegaskan, penanganan Stunting bukan sekadar persoalan teknis gizi, tetapi merupakan tantangan pembangunan manusia yang harus dijawab dengan kerja nyata dan lintas sektor.
“Stunting adalah cerminan dari tanggung jawab kita sebagai pemerintah dan masyarakat terhadap masa depan generasi penerus. Ini bukan hal yang bisa ditunda-tunda,” tegas Abdul Sahid saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S), sekaligus Launching Implementasi Aksi Perubahan Kabupaten Parimo di Parigi, Kamis, 10 Juli 2025.
Baca Juga: Wagub Sulteng: Penanganan Stunting Tak Bisa Sektoral, Butuh Kolaborasi Menyeluruh
Ia menyampaikan, tiga poin utama sebagai pedoman bersama dalam menurunkan angka Stunting:
1. Menjadikan upaya penurunan Stunting sebagai gerakan kolektif lintas sektor dan lintas generasi.
2. Memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga, serta antara pemerintah dengan masyarakat.
3. Menghadirkan program-program yang menyentuh kehidupan nyata, pendampingan ibu hamil, edukasi keluarga, serta pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.
“Kalau kita bersatu hati dan bekerja dengan integritas, saya yakin mimpi kita menciptakan generasi Parimo yang sehat dan berdaya saing tinggi akan tercapai,” tambahnya.
Dalam arahannya, Wabup Sahid juga menyinggung capaian Kabupaten Parimo yang meraih peringkat 2 nasional dalam penurunan Stunting, dengan penghargaan dana insentif sebesar Rp400 juta.
Ia berharap capaian itu, dapat ditingkatkan menjadi peringkat pertama di masa depan melalui kerja kolaboratif semua pihak.
“Kalau kita ingin naik ke peringkat satu, kita harus bergandengan tangan. Yang penting komunikasi lancar dari bawah sampai ke pimpinan. Jangan diam kalau ada masalah di lapangan,” ujarnya.
Selain fokus pada isu Stunting, Abdul Sahid juga menekankan pentingnya pembenahan fasilitas publik, sebagai bagian dari program 100 hari kerja pemerintahan Erwin-Sahid.
Ia meminta camat dan kepala desa membersihkan bahu jalan Trans Sulawesi, serta menjaga kebersihan fasilitas umum.
Dalam acara tersebut, diluncurkan pula Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator.
Ia berharap implementasi aksi perubahan tersebut tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi budaya kerja baru yang inovatif dan berdampak langsung ke masyarakat.
Baca Juga: Wamendagri Dorong PKK Jadi Garda Depan Tangani Stunting dan Ketimpangan Sosial
“Pemimpin sejati bukan soal jabatan, tapi soal keberanian membawa perubahan dan menciptakan harapan,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Sahid mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kekerasan seksual yang dilaporkan masih terjadi di wilayah Parimo.
Ia menegaskan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, dan tidak membiarkan kasus serupa terulang.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar