JAKARTA, theopini.id — Ketiadaan jaringan internet di sejumlah wilayah sentra ekonomi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dinilai menghambat pengembangan potensi unggulan daerah.
Hal ini, disampaikan langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca Juga: Komdigi Tindak Tegas Fake BTS Penyebar SMS Penipuan
Didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sigi, Bupati Rizal diterima oleh Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik, Harmanto Nur Prabowo, Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pujianto, Kepala Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Noor Liza, serta perwakilan dari BAKTI Komdigi RI.
Dalam pertemuan itu, Bupati Rizal menyoroti realitas yang dihadapi para petani kopi dan durian di Kabupaten Sigi. Beberapa desa penghasil komoditas bernilai tinggi, termasuk durian duri hitam yang telah menembus pasar ekspor, masih masuk kategori blank spot atau belum terjangkau jaringan internet dan telepon seluler.
“Kami punya durian duri hitam dan kopi unggulan, tapi banyak petani tak bisa pasarkan secara digital karena tak ada sinyal,” kata Rizal di hadapan jajaran pejabat Kemenkomdigi.
Selain potensi ekonomi, Bupati Rizal juga memaparkan dampak keterbatasan jaringan terhadap layanan publik.
Ia menyebut belum tersedianya sistem rekam medis digital di sejumlah fasilitas kesehatan akibat akses internet yang minim, serta hambatan dalam pendistribusian bantuan sosial kepada warga yang tinggal di wilayah tanpa sinyal.
“Hingga saat ini Kabupaten Sigi masih sangat minim infrastruktur jaringan internet. Hal ini sangat mempengaruhi efektivitas program pemerintah, baik pendidikan, kesehatan, hingga sosial,” ujarnya.
Meski sebelumnya Kemenkominfo telah membangun 60 unit Base Transceiver Station (BTS) di wilayah-wilayah blank spot, ia menegaskan kebutuhan masih jauh dari cukup.
Ia meminta komitmen lanjutan dan percepatan pembangunan jaringan digital, terlebih dalam menyongsong era ekonomi berbasis teknologi.
Baca Juga: Delapan BTS Berbasis 4G di Kabupaten Parimo Telah Beroperasi
Menanggapi hal tersebut, pihak Kemenkominfo menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti usulan dari Pemerintah Kabupaten Sigi melalui kajian teknis mendalam.
Audiensi ini, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Daerah Sigi bersama BAKTI Komdigi dalam membuka akses informasi yang merata dan mendukung pembangunan digital inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan tertinggal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar