Ketidakhadiran Massal Warnai Paripurna DPRD Parimo Bahas KUA-PPAS

PARIMO, theopini.id Sidang paripurna DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dengan agenda penyampaian pandangan fraksi terhadap penjelasan Bupati atas KUA dan PPAS Perubahan APBD 2025, digelar dalam kondisi memprihatinkan.

Sidang yang berlangsung pada Jum’at siang, 8 Agustus 2025 itu, hanya dihadiri oleh 13 dari total 40 anggota dewan, atau sekitar sepertiga dari komposisi keseluruhan.

Baca Juga: Bupati Amirudin Temui Mendagri, Bahas APBD Perubahan 2023

Minimnya kehadiran anggota legislatif bukan satu-satunya sorotan. Bupati dan Wakil Bupati Parimo, juga tidak hadir dalam forum penting tersebut, dan hanya diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Abd Azis Tombolotutu.

Sidang tetap dilanjutkan dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Parimo, Taufik Borman, meskipun secara aturan tata tertib, paripurna yang tidak memenuhi kuorum seharusnya ditunda.

Namun, padatnya agenda DPRD Parimo serta kesepakatan pada paripurna sebelumnya menjadi alasan tetap digelarnya rapat.

“Pelaksanaan sidang ini merupakan bentuk komitmen kami untuk tetap menjalankan agenda pembahasan meskipun dengan keterbatasan,” ungkap Taufik saat membuka paripurna.

Fraksi Keadilan Rakyat menjadi satu-satunya fraksi yang diberikan kesempatan menyampaikan pandangan umum secara langsung dalam forum. Sementara fraksi-fraksi lain, hanya menyerahkan dokumen pandangannya secara tertulis.

“Kami mengapresiasi Bupati atas penyampaian laporan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2025,” ujar Irawati, perwakilan Fraksi Keadilan Rakyat, dalam penyampaiannya.

Fraksinya menilai, penyampaian dokumen KUA-PPAS sebagai langkah penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, agar dapat diawasi serta dievaluasi bersama.

Baca Juga: Pj Sekda Makassar Sampaikan Penjelasan Atas Raperda APBD Perubahan 2024

Rencananya, DPRD Parimo akan kembali menggelar sidang paripurna pada Selasa pekan depan, dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Parimo atas pandangan fraksi-fraksi.

Dalam hal ini, anggota DPRD Parimo berharap agar kepala daerah bisa hadir secara langsung dalam forum lanjutan, mengingat urgensi agenda yang dibahas.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar