the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pengrajin Tenun Butija di Parimo Bertahan Menjaga Eksistensi

the OPINIbythe OPINI
28 Agustus 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
28 Agustus 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2 mins read
Pengrajin Tenun Butija di Parimo Bertahan Menjaga Eksistensi

Ketua Kelompok Tenun Butija, Rehan Tahir menujukan produk tenun lokal yang diproduksinya. (Foto: IST)

Baca Juga

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

PARIMO, theopini.id – Di tengah keterbatasan bahan baku dan minimnya pasar, Kelompok Tenun Bugis, Tialo, Jawa (Butija) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus berupaya menjaga eksistensi.

Kelompok yang digagas Rehan Tahir ini mulai menunjukkan eksistensinya pada 2019 di Kecamatan Taopa. Dengan peralatan sederhana, mereka mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pembuatan motif pada 2021, yang menjadi langkah awal pijakan untuk terus berkarya hingga kini.

Baca Juga: Disperindag Parimo Gandeng Dekranasda Bina Pengrajin Kain Tenun

“Awalnya anggota kelompok ada 15 orang, sekarang yang masih aktif tinggal tujuh orang. Alhamdulillah, hasil tenun kami sudah sampai dipasarkan ke Kabupaten Morowali,” ungkap Rehan saat ditemui usai pengukuhan pengurus Dekranasda Parimo di Parigi, Kamis, 28 Agustus 2025.

Sejak 2021, Butija mulai menggunakan bahan baku sutra asli dan sutra India untuk menghasilkan motif khas, seperti motif Bugis, Parigata, dan Tialo. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, dengan waktu pengerjaan mencapai satu minggu untuk satu lembar kain.

“Kalau sutra asli, harganya bisa mencapai Rp1 juta per lembar. Sementara sutra India sekitar Rp800 ribu. Mahal, karena pembuatannya juga rumit,” jelas Rehan.

Kesulitan lain, adalah ketersediaan bahan baku. Sutra yang dibutuhkan tidak tersedia di Pulau Sulawesi, sehingga harus didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

Pada awal berdirinya, kelompok ini sempat mendapat dukungan modal usaha dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Parimo.

Namun kini, seluruh biaya produksi ditanggung sendiri oleh para pengrajin. Meski demikian, semangat mereka tidak surut. Butija tetap rutin mengikuti berbagai pameran di Kabupaten Parimo untuk memperkenalkan hasil karyanya.

Baca Juga: Tenun Donggala Diperkenalkan pada Sidang Majelis Umum WIPO di Swiss

“Harapan kami ke depan ada dukungan lebih dari instansi terkait, supaya usaha ini bisa berkembang, termasuk dikenalkan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, cita-cita mereka sederhana, yakni agar tenun khas Kabupaten Parimo semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #kecamatanTaopa#KelompokTenunButija#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Kembalikan Sisa Dana Hibah Pilkada, Bawaslu Parimo Tekankan Transparansi

Next Post

Bupati Parimo Instruksikan Hentikan Aktivitas Tambang, Logging, dan Fishing Ilegal

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

28 Agustus 2026
Jerman Siap Jembatani Investasi ke Sulteng, Sektor Mineral hingga Perkebunan Jadi Sasaran

Jerman Siap Jembatani Investasi ke Sulteng, Sektor Mineral hingga Perkebunan Jadi Sasaran

27 Agustus 2026
KKP Alokasikan Rp36,7 Miliar untuk Delapan Kampung Nelayan di Parimo

KKP Alokasikan Rp36,7 Miliar untuk Delapan Kampung Nelayan di Parimo

26 Agustus 2026
Pembangunan Gerai KDKMP Baru 30 Persen, DisKopUKM Parimo Siapkan Evaluasi

Pembangunan Gerai KDKMP Baru 30 Persen, DisKopUKM Parimo Siapkan Evaluasi

24 Agustus 2026
Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

23 Agustus 2026
Dinas TPHP Parimo Bersama Polri Kembangkan Bawang Putih 40 Hektare di Palasa

Dinas TPHP Parimo Bersama Polri Kembangkan Bawang Putih 40 Hektare di Palasa

23 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

30 Agustus 2026
Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

30 Agustus 2026
BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

30 Agustus 2026
Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

Pemprov Gorontalo Siapkan Forum Tematik untuk Atasi Hambatan Ekspor

28 Agustus 2026
Berani Cup Buol 2026 Dibuka, Anwar Hafid Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola Sulteng

Berani Cup Buol 2026 Dibuka, Anwar Hafid Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola Sulteng

25 Agustus 2026
Ketua PHDI Parimo: Ngaben Mengingatkan Kita Semua pada Kematian

Ketua PHDI Parimo: Ngaben Mengingatkan Kita Semua pada Kematian

29 Agustus 2026
Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

30 Agustus 2026
8 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Parimo, 7 Penyangga dan 1 Hub

8 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Parimo, 7 Penyangga dan 1 Hub

27 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d