Kementrans Prioritaskan Pemulihan Kawasan Transmigrasi Usai Banjir Sumatera

JAKARTA, theopini.id Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan, percepatan pemulihan kawasan transmigrasi sebagai fokus utama setelah banjir besar melanda wilayah Sumatera pada 3 Desember 2025.

Untuk mendukung penanganan darurat, kementerian menyerahkan delapan truk bantuan logistik dan obat-obatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Prof Zainal Abidin: Staf UIN Pegang Peran Kunci Moderasi Beragama di Era Banjir Informasi

“Kami berharap bantuan ini dapat segera mengurangi beban masyarakat di kawasan transmigrasi yang terdampak, karena kebutuhan pangan dan layanan kesehatan menjadi prioritas,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi, Edy Gunawan, Jum’at, 5 Desember 2025.

Ia menambahkan, kondisi di lapangan memerlukan respons cepat mengingat banyak fasilitas umum dan lahan pertanian yang rusak.

“Kerusakan infrastruktur meluas, mulai dari jalan dan jembatan hingga fasilitas pertanian. Karena itu kebutuhan logistik dan dukungan pemulihan ekonomi sangat mendesak,” kata dia.

BACA JUGA:  Dana Haji Bermaslahat, Wapres: BPKH Harus Susun Strategi Investasi

Analis Bencana Ahli Madya BNPB, Erry Prawisuda menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai tambahan logistik sangat membantu momentum distribusi bantuan harian ke wilayah terdampak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi yang ikut serta membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah banjir di wilayah Sumatera. Ini sangat membantu karena kebutuhan sehari-hari masyarakat cepat habis,” kata Erry Prawisuda, saat menerima bantuan di Gudang Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Banjir yang menerjang 11 kabupaten/kota itu, menyebabkan kerusakan parah di 53 lokasi transmigrasi. Sebanyak 2.435 kepala keluarga terdampak, dengan 737 KK masih bertahan di pengungsian.

Selain itu, satu warga dilaporkan hilang di Jorong Muaro Mais, Pasaman Barat, dan 1.988 rumah mengalami kerusakan.

BACA JUGA:  Karhutla Parimo Capai 147 Hektare, Terluas di Desa Avolua

BNPB mencatat pengiriman bantuan dilakukan setiap hari ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui jalur darat maupun udara, bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Baca Juga: Operasi SAR Banjir di Tolitoli, Tim Gabungan Dikerahkan ke Tuweley

“Insyaallah ini akan segera kami distribusikan. Tambahan bantuan dari Kementerian Transmigrasi sangat berarti,” ujar Erry.

Kementerian Transmigrasi memastikan koordinasi terus dilakukan dengan BNPB dan pemerintah daerah, agar seluruh kawasan transmigrasi yang terdampak menerima dukungan secara merata dan tepat sasaran.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar