PARIMO, theopini.id — PT Ecotropica mulai merealisasikan pembayaran kompensasi tahap I kepada pemilik rumpon, yang terdampak pemutusan selama pelaksanaan survei Seismik 3D di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Pembayaran kompensasi tersebut, dilaksanakan di Desa Paranggi, Kecamatan Ampibabo, dan berlangsung secara terbuka di hadapan para pemangku kepentingan, aparat desa, serta para pengusaha rumpon.
Baca Juga: Nelayan Parimo Gelar Aksi Tolak Survei Seismik 3D di Teluk Tomini
Humas PT Ecotropica, Jumadil Ahmad mengatakan, secara keseluruhan terdapat 70 unit rumpon yang mengalami pemutusan selama aktivitas survei berlangsung.
“Secara keseluruhan terdapat 70 rumpon yang dilakukan pemutusan selama aktivitas survei seismik 3D,” ujar Jumadil di Parigi, Jum’at, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sebelum pembayaran kompensasi dilakukan, pihak perusahaan terlebih dahulu melaksanakan proses verifikasi data serta identitas kepemilikan rumpon guna memastikan keabsahan penerima.
Pada tahap I ini, kata dia, terdapat 36 pemilik rumpon yang menerima kompensasi. Besarannya, disesuaikan dengan kesepakatan bersama pada 16 Desember 2025, yakni sebesar Rp45 juta per rumpon.
Pembayaran kompensasi tersebut, lanjut Jumadil, merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab PT Ecotropica yang tergabung dalam China Oilfield Services Limited (COSL), dalam menjalankan tugas survei Seismik 3D di perairan Teluk Tomini.
“Pembayaran ini juga menandai berakhirnya seluruh aktivitas survei seismik 3D yang dijadwalkan selesai pada 10 Januari,” jelasnya.
Berdasarkan data perusahaan, sebagian besar rumpon yang terdampak berasal dari pemilik yang berdomisili di wilayah Tinombo, Paranggi, dan Parigi.
Sementara itu, pembayaran kompensasi tahap II direncanakan akan dilaksanakan pada 13 Januari 2026, dengan mekanisme yang sama, yakni melalui proses verifikasi data dan identitas pemilik rumpon.
Baca Juga: PT Ecotropica Mulai Verifikasi Rompon Terdampak Survei Seismik 3D
Terkait hasil survei, Jumadil menambahkan, saat ini masih dalam tahap pengolahan data. Proses tersebut, diperkirakan memerlukan waktu cukup panjang untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan mineral di wilayah Teluk Tomini.
“Hasil survei masih akan melalui pengolahan data, yang kemungkinan membutuhkan waktu hingga tujuh tahun untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan mineral,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














