PALU, theopini.id – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, umat Islam diingatkan tidak hanya fokus pada peningkatan ibadah personal, tetapi juga mempersiapkan akhlak dan hubungan sosial sejak bulan Syaban.
“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pembinaan akhlak dan pengendalian diri. Karena itu, persiapannya harus dimulai sejak bulan Syaban,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. KH. Zainal Abidin, Sabtu, 31 Januari 2026.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Janji Akan Hibahkan Tanah ke MUI Poso
Ia menegaskan, Syaban merupakan momentum penting untuk memperbaiki niat, sikap, dan perilaku sebelum memasuki Ramadan. Menurutnya, kesiapan akhlak akan sangat menentukan kualitas ibadah puasa yang dijalani.
“Jika akhlak belum disiapkan, puasa bisa kehilangan makna. Syaban adalah waktu yang tepat untuk melatih kesabaran, menjaga lisan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama,” ujarnya.
Prof. Zainal menjelaskan, keteladanan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa bulan Syaban diisi dengan peningkatan ibadah sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual menghadapi Ramadan. Hal ini, menjadi isyarat bahwa Ramadhan harus disambut dengan kesiapan lahir dan batin.
“Jumhur ulama sepakat Syaban adalah bulan latihan. Di dalamnya dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, istighfar, serta memperbaiki kualitas ibadah,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk memperkuat ibadah sosial, seperti mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama menjelang Ramadhan.
“Masukilah Ramadan dengan hati yang bersih, menjauhkan permusuhan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, agar ibadah yang kita jalani benar-benar memberi dampak bagi kehidupan sosial,” katanya.
Baca Juga: LPPOM-MUI: Semakin Banyak yang Sadar Pentingnya Produk Halal
Ia berharap, dengan menjadikan bulan Syaban sebagai masa pembinaan diri dan akhlak, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan bermakna.
“Semoga Ramadan yang akan datang membawa keberkahan, tidak hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi kehidupan umat dan daerah kita,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar