Polisi Telusuri Rantai Distribusi Minyak Kita di Parimo, Harga Tembus Rp20 Ribu

PARIMO, theopini.id Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai menelusuri dugaan permainan rantai distribusi minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyak Kita setelah ditemukan penjualan mencapai Rp20.000 per liter di Pasar Senggol Tolai, Kecamatan Torue.

Harga tersebut, terpaut signifikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

“Kami akan mendalami rantai distribusi Minyak Kita ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan menaikkan harga di atas HET demi keuntungan tidak wajar, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Parimo, IPTU Anugerah S. Tarigan.

Temuan tersebut, didapat dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Parimo di dua pasar, yakni Pasar Sentral Parigi dan Pasar Senggol Tolai. Sidak juga dipimpin Wakil Bupati H. Abdul Sahid, dan melibatkan sejumlah OPD terkait serta Bulog.

BACA JUGA:  KPU Donggala Lakukan Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan

Di Pasar Senggol Tolai, pengecer mengaku menjual Minyak Kita Rp20.000 per liter karena harga beli sudah mencapai Rp217.000 per karton dari distributor. Sementara di Pasar Sentral Parigi, harga Minyak Kita masih sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.

Selain minyak goreng, tim juga mencatat beberapa komoditas melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP), seperti bawang putih Rp45.000/kg (HAP Rp40.000/kg) dan daging ayam Rp42.500/kg (HAP Rp40.000/kg). Pedagang berdalih kenaikan dipicu tingginya harga pasokan dari Palu.

IPTU Anugerah menegaskan, pengawasan tidak hanya menyasar pedagang eceran, tetapi juga distributor hingga pemasok utama. Polisi akan mendalami alur distribusi untuk memastikan tidak ada praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Gelar Sosialisasi Perbup 1/2024 Tentang Tata Naskah Dinas

“Kami mengingatkan seluruh pelaku usaha agar patuh pada HET dan HAP. Jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat,” ujarnya.

Meski ditemukan pelanggaran harga, secara umum stok pangan di Parigi Moutong dinyatakan aman dan belum ditemukan bahan pangan tidak layak konsumsi.

Tim gabungan juga telah melakukan pendataan serta memberikan imbauan langsung kepada pedagang agar tidak menjual di atas ketentuan yang berlaku.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar