PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menekankan peran strategis gereja dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial, mulai dari kemiskinan hingga rumah tidak layak huni.
“Gereja tidak hanya menjadi pusat pembinaan iman, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Reny Lamadjido saat pengukuhan pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) periode 2026–2031, Jum’at, 1 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data 2025, masih terdapat sekitar 78.000 rumah tangga di Sulawesi Tengah yang menempati rumah tidak layak huni.
“Kami mengajak seluruh gereja untuk bergerak bersama, mengidentifikasi, mendampingi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Penanganan rumah tidak layak huni akan menjadi prioritas besar pada 2027,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah program unggulan pemerintah seperti BERANI Sehat, BERANI Cerdas, dan BERANI Berkah yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan tidak ada warga yang tertinggal, termasuk dalam mendapatkan layanan kesehatan hanya karena keterbatasan ekonomi,” katanya.
Selain itu, Wagub Reny memperkenalkan layanan Command Center Berani sebagai kanal komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah selama 24 jam melalui nomor 0811-666-2222.
“Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk didengar. Aspirasi, kritik, dan pengaduan bisa langsung disampaikan tanpa batas waktu,” jelasnya.
Ia berharap, pengurus BAMAG yang baru dapat menjadi perekat persaudaraan lintas gereja serta memperkuat toleransi di Sulawesi Tengah.
“BAMAG harus menjadi perekat persaudaraan lintas gereja, memperkuat toleransi, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah saatnya bergerak bersama untuk Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar