Dinas Ketapan Parimo Temukan Bahan MBG Mengandung Pestisida

PARIMO, theopini.id Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menemukan bahan pangan yang diduga mengandung pestisida melebihi ambang batas saat melakukan pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan itu, langsung ditindak dengan meminta bahan pangan dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi siswa.

“Kami pernah mendapati bahan pangan rempah cabai keriting yang terbaca tinggi pestisida, kami langsung minta pisahkan saat itu juga. Bahkan kami langsung minta taruh dalam tong untuk dimusnahkan,” ujar Kepala Dinas Ketapang Parimo, Hj Sofiana Pandean, Rabu 13 Mei 2026.

Menurut dia, pengawasan dilakukan secara berkala dengan mengambil sampel bahan pangan seperti sayur, buah, dan rempah di dapur SPPG untuk diuji menggunakan alat rapid test keamanan pangan.

“Kami memiliki alat untuk menguji keamanan pangan. Alat rapid sederhana tetapi hasilnya sudah bisa menunjukan bahan pangannya mengandung pestisida di atas ambang batas atau tidak,” katanya.

Ia menjelaskan, sampel bahan pangan dicampur dengan bahan penguji tertentu. Perubahan warna pada sampel menjadi indikator adanya kandungan pestisida yang tidak aman.

“Ada bahan yang digunakan untuk mencampur sampel yang diambil, jika berubah warnanya itu berarti pestisidanya melebihi ambang batas, bukan pangan aman,” ungkapnya.

Selain keamanan pangan, Dinas Ketapang Parimo juga menyoroti penggunaan bahan baku segar di dapur MBG. Pengelola SPPG diminta tidak menyimpan bahan pangan terlalu lama di kulkas maupun gudang.

“Berdasarkan Juknis mereka harus mengolah pangan yang segar, beli hari ini dipakai hari ini. Kalau kami menemukan bahan baku yang tersisa di kulkas atau di gudang, kami minta jangan dimasak,” tegas Sofiana.

Dinas Ketapang Parimo juga mendorong pengelola SPPG membeli bahan pangan dari wilayah sekitar, agar program MBG memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Kami cari tahu ternyata kebanyakan SPPG belanja di Pasar Palu, sehingga kami imbau agar membeli bahan pangan yang ada di sekitar agar masyarakat juga merasakan dampak ekonominya,” tandasnya.

Sofiana berharap pengawasan rutin yang dilakukan pihaknya dapat memastikan makanan yang disajikan kepada pelajar benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi.

“Harapannya dengan adanya pengawasan ini, SPPG berhati-hati membeli atau memilih bahan pangan di pasar, sehingga aman untuk dikonsumsi anak-anak,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar