PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas hasil panen jagung petani.
Salah satu langkah yang disiapkan, yakni pembangunan gudang penyimpanan serta penyediaan mesin pengering (dryer), guna mengatasi persoalan jagung yang masih kerap ditolak oleb Bulog.
“Ini memang sangat diperlukan untuk menjaga kualitas jagung agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Bupati Parimo, H Erwin Burase saat menghadiri kegiatan panen jagung yang digelar Polres Parimo di Desa Sidole Timur, Kecamatan Ampibabo, Sabtu, 16 April 2026.
Menurutnya, dukungan sarana pascapanen menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya luas lahan jagung program ketahanan pangan yang kini telah mencapai sekitar 700 hektare.
“Alhamdulillah, ini menjadi satu kesyukuran bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kepolisian ikut terlibat aktif dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya jagung,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang masih dihadapi petani adalah kualitas hasil panen yang belum memenuhi standar akibat proses pengeringan yang belum optimal.
Kondisi tersebut, menyebabkan sebagian jagung petani ditolak oleh Bulog karena mengandung toksin.
“Ini yang coba kita perbaiki. Dengan luas lahan 700 hektare, Insyaallah dalam waktu dekat akan terus bertambah dan pemerintah siap mendampingi,” ungkapnya.
Selain gudang penyimpanan, pemerintah daerah juga menilai mesin pengering jagung perlu segera disiapkan, terutama untuk menjaga kadar air jagung agar tetap sesuai standar saat musim hujan.
Program pengembangan jagung Polres Parimo kini tersebar di hampir seluruh kecamatan, dan disebut menjadi salah satu program pertanian terbesar di daerah tersebut.
“Khusus pertanian jagung, hampir di seluruh kecamatan ada. Bahkan mungkin yang terbesar,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar