the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Hampir 9 Tahun Jadi Cold Case, Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan Pembunuhan Sekretaris BPBD Parimo

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
1 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
1 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Hampir 9 Tahun Jadi Cold Case, Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan Pembunuhan Sekretaris BPBD Parimo

Ilustrasi AI: menggambarkan kasus cold case pembunuhan Nur Afia Almahdali yang hampir sembilan tahun belum menemukan titik terang.

Baca Juga

Kader Didorong Jadi Ujung Tombak Deteksi Kusta di Parimo

Wabup Sahid Serahkan Dua Raperda Pendidikan dan Kesehatan untuk Dibahas DPRD Parimo

Polsek Pagimana Tegaskan Kasus Anak Tetap Diproses Meski Sempat Ada Upaya Kekeluargaan

PARIMO, theopini.id – Hampir sembilan tahun setelah pembunuhan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Nur Afia Almahdali (53), kasus tersebut masih belum berhasil diungkap.

Kepolisian kini membeberkan sejumlah kendala, yang menyebabkan penyelidikan belum menemukan titik terang.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Parimo, IPDA Arda Aryadikara, mengatakan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang terjadi pada 2017 itu, hingga kini masih terus berjalan. Namun, polisi belum memperoleh petunjuk maupun alat bukti baru yang dapat mengarah kepada pelaku.

“Sampai saat ini, kami belum bisa menemukan petunjuk-petunjuk baru terkait penemuan mayat tersebut,” kata dia.

Minim Petunjuk dan Saksii Jadi Kendala Utama

Menurutnya, kondisi saat peristiwa terjadi menjadi salah satu hambatan utama dalam proses penyelidikan. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar tujuh hari sebelum jasadnya ditemukan di rumahnya di Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, pada Minggu, 2 Juli 2017.

Saat ditemukan, jenazah korban telah membusuk, dipenuhi belatung, dan tubuhnya menempel di lantai kamar.

Selain itu, keluarga korban yang datang dari Provinsi Gorontalo saat itu memutuskan untuk segera memakamkan jenazah sehingga tidak dilakukan proses otopsi.

Di sisi lain, penyidik juga menghadapi keterbatasan saksi. Nur Afia Almahdali diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara keluarga berdomisili di Provinsi Gorontalo.

“Hingga saat ini, kami belum menemukan bukti maupun keterangan tambahan, karena saat kejadian tidak ada saksi. Korban tinggal sendiri di rumahnya, sedangkan keluarganya berada di Provinsi Gorontalo,” ujar IPDA Arda Aryadikara ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 30 Juli 2026.

Arda menjelaskan, penyidik saat itu baru memeriksa dua orang saksi yang merupakan tetangga korban. Keterangan mereka belum mengarah kepada identitas pelaku.

“Saksi yang diperiksa waktu itu dua orang, tetangga-tetangganya. Kalau teman kantornya di BPBD, belum,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan Polres Parimo masih terus melakukan penyelidikan dan berencana mendalami keterangan dari keluarga korban maupun rekan-rekan kerja korban, yang diketahui berinteraksi dengannya sebelum peristiwa tersebut.

Motif Beredar, Pelaku Masih Misteri

Terkait berbagai dugaan motif yang selama ini berkembang di masyarakat, mulai dari persoalan hubungan asmara, utang piutang hingga sakit hati, Arda menegaskan, kepolisian belum dapat memastikan kebenarannya karena belum didukung alat bukti maupun keterangan yang cukup.

Ia juga membenarkan bahwa hasil visum pada saat itu menemukan adanya luka akibat benda tajam di tubuh korban.

Temuan tersebut, menjadi dasar kepolisian menyimpulkan bahwa Nur Afia Almahdali merupakan korban pembunuhan. Namun hingga kini, identitas pelaku masih belum berhasil diungkap.

Sebelumnya, theopini.id menyoroti kasus pembunuhan Nur Afia Almahdali yang telah berjalan hampir sembilan tahun tanpa kepastian hukum.

Pergantian Kapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel, hingga penyidik di Polres Parimo belum mampu mengungkap pelaku di balik kematian pejabat BPBD tersebut, sehingga perkara ini menjadi salah satu cold case yang masih menyisakan tanda tanya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BPBDParimo#ColdCase#parigimoutong#PolresParimo#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Bupati Parimo Ancam Sanksi Tegas ASN yang Terlibat Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Next Post

Belok Mendadak, Emak-emak di Nuhon Terluka Usai Tabrak Mobil Gran Max

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Wabup Sahid Serahkan Ranperda APBD Perubahan Dibahas DPRD Parimo

Wabup Sahid Serahkan Ranperda APBD Perubahan 2026 Dibahas DPRD Parimo

16 September 2026
47 Kasus Kusta Ditemukan, Dinkes Parimo Perkuat Deteksi Aktif

47 Kasus Kusta Ditemukan, Dinkes Parimo Perkuat Deteksi Aktif

16 September 2026
Barcode Terbit, BBM Bersubsidi Sulit Diawasi hingga SPBU

Barcode Terbit, BBM Bersubsidi Sulit Diawasi hingga SPBU

16 September 2026
Bupati Parimo Perintahkan Satgas Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi

Bupati Parimo Perintahkan Satgas Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi

15 September 2026
Revisi RTRW Parimo Masih Berproses, Pemda Lengkapi Catatan Asistensi ATR/BPN

Revisi RTRW Parimo Masih Berproses, Pemda Lengkapi Catatan Asistensi ATR/BPN

15 September 2026
BNN Akan Hadir di Parimo, Bupati Erwin Siap Fasilitasi Gedung

BNN Akan Hadir di Parimo, Bupati Erwin Siap Fasilitasi Gedung

14 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Kader Didorong Jadi Ujung Tombak Deteksi Kusta di Parimo

Kader Didorong Jadi Ujung Tombak Deteksi Kusta di Parimo

17 September 2026
Wabup Sahid Serahkan Dua Raperda Pendidikan dan Kesehatan untuk Dibahas DPRD Parimo

Wabup Sahid Serahkan Dua Raperda Pendidikan dan Kesehatan untuk Dibahas DPRD Parimo

17 September 2026
Polsek Pagimana Tegaskan Kasus Anak Tetap Diproses Meski Sempat Ada Upaya Kekeluargaan

Polsek Pagimana Tegaskan Kasus Anak Tetap Diproses Meski Sempat Ada Upaya Kekeluargaan

16 September 2026
Metadata Satu Data Belum Terisi, Kominfo Parimo Dorong OPD Praktik Langsung

Metadata Satu Data Belum Terisi, Kominfo Parimo Dorong OPD Praktik Langsung

16 September 2026
Wabup Sahid Serahkan Ranperda APBD Perubahan Dibahas DPRD Parimo

Wabup Sahid Serahkan Ranperda APBD Perubahan 2026 Dibahas DPRD Parimo

16 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Tiga Awak KM Balama GT 27 Ditemukan Selamat Setelah Hilang Kontak

Tiga Awak KM Balama GT 27 Ditemukan Selamat Setelah Hilang Kontak

14 September 2026
KM Balama GT 27 Mati Mesin di Perairan Luwuk-Taliabu, Tiga Orang Masih Dicari

KM Balama GT 27 Mati Mesin di Perairan Luwuk-Taliabu, Tiga Orang Masih Dicari

12 September 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 46 km Tenggara MALUKUBRTDAYA

11 September 2026

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 42 km TimurLaut PULAUDOI-MALUT

14 September 2026
Kader Didorong Jadi Ujung Tombak Deteksi Kusta di Parimo

Kader Didorong Jadi Ujung Tombak Deteksi Kusta di Parimo

17 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d