PALU, theopini.id – Penerbangan langsung Palu–Guangzhou resmi beroperasi setelah China Southern Airlines mendarat di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Selasa, 11 Juli 2026. Dari sekitar 200 kursi yang tersedia pada penerbangan perdana, sebanyak 176 kursi terisi.
Tingginya keterisian penerbangan perdana itu, dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan konektivitas internasional Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido berharap minat masyarakat dapat dipertahankan agar rute tersebut beroperasi secara konsisten.
“Promosi ini jangan berhenti di sini. Mari kita bersama-sama, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, mempromosikan penerbangan ini supaya terus penuh,” tegas Reny saat menyambut kedatangan penerbangan perdana rute Guangzhou–Palu.
Kedatangan pesawat China Southern Airlines tersebut, disambut dengan prosesi water salute sebagai penanda resmi dibukanya konektivitas langsung Palu–Guangzhou dan Guangzhou–Palu.
Reny mengatakan, penerbangan langsung ke Guangzhou merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah dengan dunia internasional.
Sebelumnya, masyarakat yang hendak menuju Guangzhou harus melakukan transit terlebih dahulu di Jakarta.
“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” katanya.
Menurutnya, jalur penerbangan langsung tersebut tidak hanya memberikan kemudahan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi perdagangan, investasi, pariwisata dan aktivitas ekonomi antara Sulawesi Tengah dengan Tiongkok.
Ia mengatakan, upaya menghadirkan penerbangan langsung ke Tiongkok telah didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sejak 2025. Dengan beroperasinya rute Guangzhou–Palu, Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri semakin memiliki peran sebagai pintu konektivitas daerah ke pasar internasional.
“Sejak tahun 2025, Pak Gubernur sudah berusaha bagaimana bandara internasional ini bisa memiliki penerbangan langsung ke Tiongkok. Alhamdulillah, hari ini China Southern Airlines membuka rute Guangzhou–Palu dan Palu–Guangzhou,” ujar Reny.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menargetkan frekuensi penerbangan tersebut bertambah. Mulai September 2026, penerbangan direncanakan berlangsung dua kali dalam sepekan.
Wagub Reny meminta perangkat daerah terkait ikut memastikan tingkat keterisian penerbangan tetap terjaga melalui promosi yang lebih masif. Menurutnya, keberlanjutan rute sangat penting agar konektivitas internasional tersebut tidak berhenti sebagai penerbangan perdana.
Ia menilai keberadaan penerbangan internasional juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Sulawesi Tengah ke dunia, sekaligus mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi.
“Kalau kita ingin dikenal, kita harus punya bandara internasional dan penerbangan internasional. Ini membuka jalan semakin majunya perdagangan, ekonomi, pariwisata, dan hubungan kita dengan negara lain,” ujarnya.
Ia berharap konektivitas Palu–Guangzhou dapat berjalan berkesinambungan, diikuti peningkatan frekuensi penerbangan serta pengembangan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri.
“Kita berharap ini bisa berjalan konsisten, frekuensi penerbangan terus bertambah, dan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri semakin berkembang. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar daerah kita terus maju,” pungkasnya.
Penerbangan perdana tersebut, turut dihadiri General Manager China Southern Airlines Wang Hongxiong, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD terkait.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














