PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, kembali meninjau sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu, 5 September 2026.
Bantuan tersebut, disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana, terutama kebutuhan pangan dan perlengkapan rumah tangga.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang selama ini sudah aktif membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menangani dampak bencana banjir,” kata Bupati Parimo dalam sambutannya.
Bupati Erwin mengatakan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan, serta pihak lainnya yang turut membantu masyarakat terdampak.
Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah juga perlu mempercepat pembersihan material dan pemulihan sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan-bantuan yang kita berikan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ujarnya.
Bantuan 760 Kg beras disalurkan untuk 76 Kepala Keluarga (KK), melalui Dinas Ketahanan Pangan Parimo untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Sementara 10 paket perlengkapan dapur diberikan kepada warga yang mengalami dampak lebih parah oleh BPBD Parimo. Paket tersebut, berisi sejumlah kebutuhan dapur, di antaranya kompor/gas, belanga, dan ember.
Erwin juga menyoroti masih adanya material banjir di sejumlah lokasi, yang berpotensi terbawa kembali ke aliran sungai ketika hujan turun.
“Kita lihat bersama masih banyak material. Kalau turun hujan, material ini bisa kembali turun ke arah aliran sungai. Ini tentu berpotensi menyebabkan banjir lagi, sehingga harus cepat ditangani,” katanya.
Ia meminta jajaran pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, untuk mempercepat penanganan dampak banjir serta mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan mengikuti informasi yang disampaikan pemerintah.
“Yang paling penting kita antisipasi bersama. Pemerintah, camat, kepala desa dan masyarakat harus terus berkoordinasi agar setiap potensi bencana dapat segera diantisipasi,” ujarnya.
Ia berharap, kondisi cuaca segera membaik. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan proses pemulihan pascabanjir berjalan dengan cepat.
“Insyaallah, kita doakan bersama tidak terjadi lagi bencana di wilayah kita,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















