PALU, theopini.id — Wali Kota Palu, H Hadianto Rasyid menegaskan, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, terutama dalam membentuk karakter anak sejak dari lingkungan rumah.
“Kalau kita bicara narkoba, ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, khususnya keluarga dan lingkungan rumah,” kata Hadianto Rasyid di Parigi, Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, sekolah dan guru memang memiliki peran dalam proses pembelajaran serta pembentukan karakter peserta didik.
Namun, waktu dan proses pendidikan yang dijalani anak di lingkungan sekolah hanya merupakan bagian dari keseluruhan proses pembentukan karakter.
Ia menilai, keluarga menjadi ruang penting dalam membangun karakter, kebiasaan, serta pengawasan terhadap anak. Karena itu, upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan lingkungan pendidikan formal.
“Guru itu hanya, ya boleh dibilang, memiliki porsi tertentu dari proses pembelajaran sesungguhnya, khususnya pembentukan karakter anak. Karena pembentukan karakter anak itu khususnya berada di ruang keluarga,” ujarnya.
Hadianto menekankan, persoalan tersebut tidak seharusnya diarahkan untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab ataupun saling menyalahkan antara keluarga dan sekolah.
“Bukan berarti kita kemudian melempar atau mencari siapa benar atau tidak benar, siapa yang berkompeten atau tidak kompeten dalam urusan ini. Tapi kondisi ini memang harus bisa dipahami oleh kita semua,” katanya.
Menurutnya, pencegahan narkoba di kalangan pelajar membutuhkan perhatian bersama, baik dari keluarga, sekolah, pemerintah maupun lingkungan masyarakat.
“Sehingga ini tidak menjadi beban satu, tapi kemudian ini bisa menjadi perhatian semua,” tandasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi














