PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H Erwin Burase meminta guru dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengambil peran lebih aktif dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan pelajar.
Ia pun meminta PGRI merumuskan langkah strategis bersama pemerintah daerah, untuk memperkuat pencegahan narkoba di sekolah.
“Ini sangat penting, coba dirumuskan poin penting, langkah penting nanti disampaikan kepada kami pemerintah daerah untuk kita bicarakan bersama dengan forum pimpinan,” kata Bupati Erwin saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parimo masa bakti XXIII 2025-2030, Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, ancaman narkoba terhadap generasi muda semakin mengkhawatirkan. Ia menyebut pemerintah daerah menerima informasi bahwa anak-anak bahkan diduga telah dilibatkan sebagai kurir narkoba.
“Yang kami dengar sudah melibatkan anak-anak kita menjadi kurir. Ini tentu berbahaya, bisa mengganggu kualitas dan tentunya merusak generasi muda, khususnya kita di Parimo,” ujarnya.
Bupati Erwin menilai kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah dan guru, kata dia, memiliki posisi penting, karena berada dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Karena itu, ia meminta keterlibatan guru dalam upaya pencegahan tidak berhenti pada imbauan, tetapi dirumuskan menjadi langkah yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
“Keterlibatan guru seperti apa, itu tentu kita harus rumuskan bersama,” katanya.
Ia juga menyebut persoalan peredaran narkoba tidak hanya dihadapi Kabupaten Parimo. Kota Palu dan Kabupaten Donggala, menghadapi tantangan serupa.
“Kota Palu, Parimo, Donggala, ini merata. Jadi tentu kita rumuskan bersama strategi-strategi di wilayah lain dalam menekan angka peredaran narkoba, khususnya di sekolah-sekolah ini,” ujarnya.
Ia berharap, Konkerkab PGRI tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat membantu pemerintah daerah melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Bupati Erwin menegaskan, perlindungan anak dari narkoba merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Parimo.
Ia pun mendorong adanya pertukaran pengalaman dengan daerah lain untuk mencari pola pencegahan yang lebih efektif, terutama dalam menekan peredaran narkoba yang menyasar lingkungan sekolah.
“Ini semua sama. Kota Palu, Parimo, Donggala, ini merata. Jadi tentu kita rumuskan bersama strategi-strategi di wilayah lain dalam menekan angka peredaran narkoba,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, guru, PGRI dan pihak terkait diperlukan agar sekolah tidak menjadi ruang yang rentan dimanfaatkan jaringan narkoba.
Hasil pembahasan mengenai strategi pencegahan tersebut, nantinya disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti bersama forum pimpinan daerah.
“Ini tentu harus kita rumuskan bersama,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati













