BANGGAI, theopini.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai, kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mendorong sektor pertanian menjadi contoh baik yang perlu dipertahankan.
“Bapak Gubernur dan Bupati ini hebat. Minta satu paket brigade, kita kasih pasangan brigadenya. Tiga atau empat brigade pasangkan, kalau perlu lima, nanti tergantung menyusunnya,” kata Amran saat menghadiri panen raya padi di Desa Tirta Sari, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Kamis, 10 September 2026, didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid dan Bupati Banggai Amirudin.
Menurutnya, keseriusan Gubernur dan Bupati dalam mempersiapkan panen raya menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian.
Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat melalui penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan), untuk memperkuat produktivitas petani di daerah.
Dalam kesempatan itu, Amran secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan prapanen kepada Bupati Banggai untuk mendukung kegiatan pertanian.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan pertanian di Banggai.
Sebelumnya, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Pertanian, Bupati Banggai menyebut pihaknya mendapat dukungan berupa pengembangan kelapa dalam seluas 5.000 hektare, kakao 3.000 hektare serta tambahan 350 unit pompa air.
Bupati Banggai Amirudin mengatakan, khusus kawasan dataran Toili terdapat sekitar 15.000 hektare lahan sawah yang akan memasuki masa panen secara bertahap hingga November 2026.
“Dua minggu lalu ketika melakukan audiensi di Kementerian Pertanian, Bapak Menteri memberikan begitu banyak bantuan, di antaranya kelapa dalam sebanyak 5.000 hektare, kemudian kakao 3.000 hektare, serta tambahan pompa air sebanyak 350 unit,” ujar Amirudin.
Ia menyebut luas lahan pertanian di sejumlah kecamatan lainnya mencapai sekitar 26.000 hektare. Sementara luas perkebunan kelapa dalam di Kabupaten Banggai sekitar 58.000 hektare.
Dari sektor tanaman pangan, Banggai mampu menghasilkan rata-rata sekitar 114.000 ton beras per tahun. Produksi tersebut membuat daerah itu mengalami surplus dan mampu memasok kebutuhan beras ke sejumlah kabupaten lainnya.
“Banggai surplus, sehingga sering kali kita menjual kepada kabupaten lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam menyambut kunjungan Menteri Pertanian dan pelaksanaan panen raya.
Menurutnya, kunjungan tersebut sebelumnya mengalami beberapa kali perubahan jadwal. Meski demikian, Pemkab Banggai tetap memaksimalkan persiapan hingga pelaksanaan panen raya.
Ia juga menyampaikan rencana mengadaptasi program Kementerian Pertanian, melalui pembentukan brigade pertanian atau brigade alsintan di Kabupaten Banggai.
Program tersebut, diharapkan dapat memperkuat dukungan sarana dan peralatan pertanian bagi petani sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.
Selain menyerahkan bantuan alsintan, Mentan Amran membuka ruang dialog bersama petani. Dialog tersebut, menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyerap langsung berbagai hambatan serta kebutuhan petani di lapangan.
Amran juga menyatakan dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian Banggai, termasuk melalui penyediaan benih untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian.
Kunjungan tersebut, menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan sekaligus memastikan dukungan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten berjalan selaras dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Helmi Liana
















