GORONTALO, theopini.id – Sebanyak 661 warga Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi itu, mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan air bersih ke desa tersebut, Jum’at, 11 September 2026.
“Kita berikan bantuan air sekaligus tong air, sebab kalau kita salurkan air setiap hari tidak efisien. Harus ada tong air. Jadi nanti setiap desa kita datangi,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau penyaluran air bersih.
Bantuan disalurkan menggunakan tangki air dan ditampung dalam ember serta galon milik warga. Pemprov Gorontalo juga menyerahkan tandon air berkapasitas 1.100 liter, untuk digunakan bersama oleh warga.
Gusnar mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama kekeringan. Ia juga meminta warga bersabar dan tetap tabah menghadapi kondisi tersebut.
Sekretaris Desa Bongohulawa, Yunus Sunati, mengapresiasi bantuan pemerintah karena air bersih sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami atas nama pemerintah menyampaikan banyak-banyak terima kasih, Pak. Memang sudah dari kemarin sangat mengharapkan ini. Alhamdulillah sejak pagi sampai sore ini pemerintah kabupaten dan provinsi sudah melayani dusun-dusun yang lain. Terima kasih,” tuturnya.
Yunus mengatakan sekitar 100 kepala keluarga atau 661 jiwa di empat dusun terdampak kemarau. Selama ini warga mengandalkan satu sumur yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan air di empat dusun.
Namun, sumber air tersebut kini mengering akibat kemarau sehingga warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Penyaluran air bersih tersebu, merupakan bagian dari langkah Pemprov Gorontalo membantu warga di wilayah yang terdampak kekeringan. Pemerintah juga menyiapkan pola distribusi dengan mendatangi desa-desa yang mengalami kondisi serupa.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin















